Ketua Poktan Desa Sumberaji Diduga Tilep Dana Bantuan Jasmas dan Uppo Ternak Sapi

Foto/Ket : Kandang Tampak Kosong, dan Tidak Terlihat Sapi-sapi Bantuan, Hanya Terlihat Sampah Berserakan, Serta Kandang Bertulisan Anti Kimcil

LAMONGAN – Dana bantuan Jasmas ternak sapi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Lamongan, sekitar tahun 2009 silam yang diterimakan kepada Kelompok Ternak di Desa Sumberaji, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, patut dipertanyakan.

Masalahnya, dana bantuan Jasmas hewan ternak yang digelontorkan ke kelompok ternak tersebut senilai Rp. 350 juta, saat ini sapi-sapinya sudah tidak tampak lagi. Hanya terlihat kandang pemeliharaannya saja yang sudah rapuh, atap hancur, dan sampah berserakan.

Menurut Warga setempat pada awak media ini mengatakan, jika pada sekitar tahun 2009/2013 yang lalu di desanya mendapat bantuan Jasmas senilai Rp. 350 juta, dan selanjutnya uang tersebut dibelikan sapi senilai Rp. 120 juta untuk dirawat warga/anggota Poktan, dan sisanya untuk biaya pembuatan kandang, coper, dan pembelian motor roda tiga.

“Namun tidak lama sapi-sapi yang dibeli dari uang bantuan Jasmas itu dijual anggota Poktan, dan uangnya diserahkan semua kepada Ramijan selaku Ketua Poktan, namun uang tersebut sekarang tidak jelas, bahkan coper dan motor roda tiga juga sudah tidak ada,” ujarnya.

Selain itu, Sumber juga mengungkapkan, sekitar tahun 2017 silam, Poktan Desa Sumberaji, juga menerima bantuan UPPO ternak sapi dari Dinas Pertanian Lamongan yang ditafsir ratusan juta, dan kemudian sapi-sapi tersebut ditaruh di kandang yang dibangun dari sumber dana Jasmas.

“Tetapi sapi-sapi bantuan UPPO itu juga kembali dijual, dan uangnya diberikan ke Ramijan Ketua Poktan, dan sampai sekarang juga uang dari hasil jual ternak sapi-sapi itu tidak ada kejelasan, bahkan warga/anggota poktan juga sudah mengingatkan agar uang tersebut dibelikan kembali sapi-sapi ternak, namun tidak digubris,” tegasnya.

Terpisah, Ketua Poktan Ramijan saat dikonfirmasi sambungan WhatsApp, terkait kejelasan uang hasil dari penjualan sapi-sapi bantuan tersebut, tapi tidak menjawab, meski pesan centang dua tanda biru/sudah dibuka.

Sementara, Parno, selaku Kepala Desa Sumberaji, ketika dikonfirmasi awak media, namun Kades enggan menjawab, dan menyarankan awak media ini untuk datang langsung ke rumahnya atau ke Kantor Desa. Padahal untuk diketahui, pada Jumat awak media sudah ke Kantor Desa guna konfirmasi, akan tetapi yang bersangkutan tidak ada.

Dalam hal ini, Ramijan selaku Ketua Poktan, serta oknum perangkat Desa yang diduga ikut berkecimpung dalam penanganan bantuan itu, terkesan menutup-nutupi awak media dalam menggali informasi terkait kejelasan uang hasil penjualan sapi-sapi bantuan tersebut.

Menyikapi hal itu, awak Media ini sebagai alat kontrol sosial masyarakat, berharap kepada aparat penegak hukum, Kejaksaan Negeri Lamongan, dan Polres Lamongan, agar segera terjun ke lapangan, serta melakukan pemeriksaan terhadap oknum-oknum yang diduga tilep/korupsi bantuan ternak sapi di Desa Sumberaji, yang bersumber dari Jasmas maupun UPPO. (Svh)

Editor : AdminWartagiri

error: Content is protected !!