Kejari Lamongan Usut Dugaan Penyimpangan Proyek Jasmas Tahun 2021 di Desa Wangunrejo

LAMONGAN, –Seperti yang pernah diberitakan Krindomemo pada Minggu yang lalu dengan tema Material TPT Desa Wangunrejo Dioplos Ibarat minuman keras. Hingga kini sudah ditangani kejaksaan Negeri Lamongan. Terkait pekerjaan Proyek pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di bantaran sungai, Dusun Winong, Desa Wangunrejo, Kecamatan Turi, yang Diduga pelaksanaannya tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB), Ketua Pokmas, sekaligus menjabat sebagai Kepala Dusun Winong, Samsul Huda, tepatnya pada hari Jumat (21/01) telah memenuhi panggilan sekaligus dimintai keterangan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan.

Pemeriksaan tersebut dilakukan guna menindaklanjuti laporan masyarakat serta pemberitaan Awak Media Krindomemo beberapa Minggu lalu terkait pekerjaan proyek pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang bersumber dari anggaran Jasmas Provinsi Jatim tahun 2021 senilai Rp. 238 juta rupiah yang Diduga syarat penyimpangan. Bahkan Diduga untuk menyiasati mencari keuntungan yang lebih besar, material proyek TPT tersebut dioplos layaknya arak/minuman keras.

Bagaimana tidak, tampak sebagian pekerjaan proyek TPT tersebut menggunakan material batu pedel kuning (jenis batu kapur untuk uruk), dan sebagian menggunakan batu belah. Bahkan dalam pemasangan batu, serta campuran semen dan pasir Diduga tidak memperhatikan aturan dan petunjuk teknis yang ada/tidak sesuai Bestek. Selain itu, dalam pengerjaan proyek pembangunan tembok penahan tanah (TPT) tersebut juga Diduga kangkangi Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012.

Dalam hal ini mengindikasikan, bahwa dalam pekerjaan proyek TPT tersebut Diduga menjadi lahan mencari keuntungan untuk memperkaya diri secara pribadi maupun kelompok oleh Pokmas Samsul Huda, bersama H. Kholik yang Diduga sebagai Broker Jasmas dan Sermat selaku pihak ke Tiga/kontraktor pekerjaan proyek TPT tersebut.

Menyikapi hal itu, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Lamongan, Condro Maharanto, SH., MH., ketika dikonfirmasi awak media ini membenarkan bahwa pada hari Jumat (21/01/21) pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap terlapor Samsul Huda selaku Kepala Dusun Winong, yang diketahui sebagai Pokmas pekerjaan proyek Tembok Penahan Tanah (TPT) yang bersumber dari anggaran Jasmas Provinsi tahun 2021.

“Ya kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap Terlapor/Pokmas pada Jumat kemarin, dan kita akan melakukan pemanggilan lagi pada Selasa besok,” ujarnya.

Disinggung terkait apakah nantinya akan dilakukan periksaan terhadap pihak lain/oknum-oknum yang ikut berkecimpung dalam pekerjaan proyek TPT tersebut, Condro Maharanto, menegaskan. Bahwa pihaknya masih mendalami terkait hal itu.

“Nanti akan kita dalami terlebih dahulu maslah itu, dan kita masih pul data pul baket guna proses lebih lanjut,” pungkasnya.

Sementara, Samsul Huda, selaku Kasun Winong/Pokmas, ketika dikonfirmasi awak media ini terkait dirinya diperiksa oleh pihak Kejari Lamongan, Samsul Huda memilih diam dan enggan menjawab.

Foto/Ket : Surat Panggilan yang Diduga Dibuat Alat Oleh Oknum yang Tidak Bertanggung Jawab/Mengaku Pelapor untuk Menyusup Ke yang Bersangkutan

Dalam hal ini muncul kabar burung beredar rumor terkait pemberitaan, pelaporan, pemeriksaan, kasus tersebut banyak dimanfaatkan oleh oknum-oknum media yang tidak bertanggung jawab dan mengaku sebagai pelapor kasus tersebut guna mendapatkan pundi-pundi rupiah.

Bahkan ironisnya lagi, menurut informasinya ada oknum media yang menyusup ke yang bersangkutan dan meminta uang beberapa juta rupiah untuk pengondisian terkait sebagai pelapor, biar kasus yang kini ditangani Kejaksaan Negeri Lamongan bisa dikondisikan dan berjalan lancar. (MR)

Editor : Eko Asrory

error: Content is protected !!