Bagi-bagi Ilmu,Ny Amik Latih PKK Desa Sukowati Bungah Dengan Buat Kue Berbahan Pisang

GRESIK (Jawa timur)- Berada di aliran Bengawan Solo dan tanaman pisang dari berbagai varitas ada di sekitar desa, sementara masyarakat juga membutuhkan tambahan pendapatan, apalagi sejak pandemi corona merebak, demikian diungkap Kades Sukowati H. Maslichan, saat pelatihan ibu ibu PKK di balai desanya, kemarin (18/12).

“Sebagai sentra penghasil pisang untuk kawasan Kecamatan Bungah, kami meng inginkan nilai tambah dari harga jual pisang tersebut, kalau hanya dijual pisang saja, harganya jatuh, apalagi over supply, ” jelasH Maslichan.

Berbekal gagasan untuk mencari nilai tambah dari penjualan pisang, Ketua PKK Ny Umu Sulami, yang juga istri kepala desa, segera berunding dengan beberapa pengurus PKK yang lain, seiring masukan terkait pemberdayaan ibu ibu yang banyak berdiam di rumah, akhirnya disepakati mengundang Ny Henny alias Amik untuk memberikan bimbingan, motivasi, serta praktek langsung, termasuk cara pemasarannya.

Amik begitu mendengar paparan produksi pisang yang bisa dilempar ke pasar, jenis pisang yang banyak di tanam, serta jumlah ibu ibu yang hanya mengurusi rumah tangga saja.

“Pisang raja, atau jenis yang lain ketika masak dan cukup manis, ketika kita olah dengan sedikit sentuhan, dan sedikit hiasan, maka harga jualnya semakin meningkat, dan tentu saja kita mendapat hasil dari jerih payah dari proses mengolah tersebut, ” terang Amik di depan 60 ibu ibu PKK yang tekun menyimak.

Pisang raja di kupas, di lembutkan hanya pakai garpu, memakai blender justru akan lebih merata, ditambahkan beberapa bahan pembuat kue, baru dimasak, dan siap dihidangkan atau dipasarkan.

” Biar kelihatan menarik dan menambah cita rasa, boleh di atas lapisan dari kue pisang tadi kita beri keju, atau coklat, atau variasi yang lain, bahkan untuk kue ulang tahun juga bisa, silahkan banyak mencoba dan belajar, ” pungkas Amik. (ali)

Editor : Iwan

error: Content is protected !!