KH Mulyadi Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ihsan Menjadi Nahkoda Baru PCNU Gresik

Keterangan Foto : KH.Mulyadi

GRESIK (Jawa timur) – Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ihsan KH. Mulyadi terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Gresik masa khidmat 2021-2026.

Kiai Mulyadi (panggilan akrab) menang telak setelah mendapat perolehan sebanyak 209 suara dari total 436 suara yang masuk.

Sedangkan, ada empat calon yang melenggang dalam kontestasi calon Ketua Tanfidziyah PCNU Gresik dalam Konferensi Cabang (Konfercab) PCNU Gresik. Yaitu KH. Chusnan Ali (Incumbent), KH. Mulyadi, KH. Thoyib Mas’udi, dan Muhammad Najih.

Adapun rincian hasil rekapitulasi ketiga calon sebagai berikut, KH. Mulyadi mendapat 209 suara, KH. Chusnan Ali 78 suara, Muhammad Najih 105 suara, dan KH. Thoyib Mas’ud 31 suara, sementara ada beberapa nama calon yang memperoleh masing-masing 1 suara. Proses pengumuman rekapitulasi suara disaksikan seluruh peserta Konfercab PCNU Gresik yang hadir.

Hasil itu sekaligus menentukan KH. Mulyadi terpilih secara aklamasi. Sebab sebelumnya, dalam tata tertib calon harus mendapat minimal 150 suara.

Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah PCNU Gresik terpilih, KH. Mulyadi siap mengemban amanat menjalankan organisasi PCNU Gresik.

“Saya bersedia dan sanggup menjalankan khittah Nahdhatul Ulama, dan peraturan Organisasi Nahdhatul Ulama,” tegasnya.

Kiai yang dikenal bersahaja itu juga bersedia memegang teguh amanah organisasi selama menjabat Ketua Tanfidziyah PCNU Gresik.

“Senantiasa memegang teguh amanah selama menjabat hingga akhir masa khidmat,” ujarnya.

Sementara itu, Rois Syuriyah PCNU Gresik terpilih, KH Mahfudz Ma’shum berharap, terpilihnya KH. Mulyadi dapat membawa PCNU Gresik kedepan semakin baik.

“Saya berharap kedepan Kiai Mulyadi dapat membawa PCNU Gresik semakin baik,” terangnya.

Selanjutnya, Rois Syuriah dan Ketua Tanfidziyah terpilih akan memili tim formatur untuk membentuk kepengurusan baru masa khidmat 2021-2026.

Ketua PWNU Jawa Timur KH. Marzuki Mustamar sebelum menutup konferensi PCNU Gresik berpesan agar dalam penyusunan pengurus mengakomodir semua potensi kader NU.

“Jami’ Mani’, tolong, meskipun dalam kelompok manapun, asa dia potensial dan mau berkhidmat ke NU, diajak masuk ke kepengurusan,” ujarnya.

Kiai Marzuki juga mengingatkan agar berhati-hati kepada siapapun yang meminta jabatan di NU.

“Hati-hati kepada siapapun yang oyok-oyokan minta jabatan, ujung-ujungnya setelah dapat kartanu dibuat pencalonan,” pungkasnya sambil menutup acara konferensi secara resmi. (*)

Editor : Iwan

error: Content is protected !!