Bea Cukai Gresik Musnahkan Barang-barang Ilegal Hasil Penindakan

Ket foto : Pemusnahan barang ilegal dihalaman kantor bea cukai Gresik

GRESIK -Bea cukai Gresik musnahkan barang milik negara hasil penindakan dibidang kepabeanan dan cukai berupa hasil tembakau (Rokok, TIS dan liquid Vape) MMEA impor/lokal dan obat-obatan kadaluwarsa (expored), yang diperoleh dari berbagai tempat dikabupaten Gresik dan Lamongan. (3/11/2021)Rabu

Adapun jenis barang yaitu

  1. 513.263 tentang rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM) 524 batang sigaret kretek tangan (SKT) 1.400 batang sigaret putih mesin (SKM) dengan pelanggaran tanpa dilekati pita cukai,. Dilekati cukai palsu, dilekati pita cukai bukan peruntukannya di an dilekati pita cukai bekas.
  2. Tembakau iris (TIS), menyediakan/menjual belikan tidak sesuai ketentuan, sejumlah 16 bungkus.
  3. Liquid Vape (HPTL) tanpa dilekati pita cukai, sejumlah 1,5 liter
  4. Minuman mengandung etil alkohol (MMEA)lokal dijualbelikan tidak sesuai ketentuan dan MMAE impor yang tidak diberitahukan sejumlah 267,516 liter
  5. 6 botol 1 kantong 60 kotak dan 51 buah obat-obatan kadaluarsa (expired).
  6. 6 buku dan majalah

Dengan total perkiraan nilai barang yang dimusnahkan sebesar Rp.566.763.556,00 (lima ratus enam puluh enam juta tujuh ratus enam puluh tiga ribu lima ratus lima puluh enam) dengan kerugian negara sebesar Rp.295.811.041,00 (dua ratus sembilan puluh lima juta delapan ratus sebelas ribu empat puluh satu rupiah).

Bea cukai Gresik juga melakukan penyidikan selama periode Juli 2019 – Mei 2021 dan menghasilkan 3 SBP dengan barang bukti berupa rokok sebanyak 380.240 (tiga ratus delapan puluh ribu dua ratus empat puluh ) batang dengan potensi kerugian negara sebesar Rp.155.902.000,00 (seratus lima puluh lima juta sembilan ratus dua rupiah), Selain itu,bea cukai Gresik juga melakukan operasi gabungan bersama kantor wilayah D.IBC Jawa timur I dalam penindakan terhadap sarana pengangkutan yang memasuki wilayah pengawasan kanwil D IBC Jatim I dengan barang bukti rokok sebanyak 2.768.000 (dua juta tujuh ratus enam puluh delapan ribu) bayang dengan potensi kerugian negara sebesar Rp.1.968.000.000 (satu milyar sembilan ratus enam puluh delapa juta rupiah)

“Adanya pandemi covid-19 ini tidak membuat pengawasan bea cukai Gresik terhadap barang ilegal menurun, Hal ini membuktikan dengan adanya berbagai penindakan yang dilakukan sehingga saat ini kami bisa melakukan pemusnahan BMN sesuai surat keputusan kanwil DJKN Jawa timur.”Ujar Bier Budy Kismulyanto (Kepala kantor Bea Cukai Gresik)

Penindakan yang dilakukan oleh bea cukai Gresik ini merupakan salah satu fungsi direktorat jenderal bea dan cukai yaitu Comunity protector untuk melindungi masyarakat dari barang-barang berbahaya dan ilegal yang beredar.

Dengan diadakan pemusnahan barang hasil penindakan ini, diharapkan dapat meningkatkan sinergi antar instansi pemerintah dalam mengawasi peredaran barang kena cukai ilegal dimasyarakat. (*/W)

Editor : Iwan

error: Content is protected !!