Harga Telur Turun Dipasaran, Nur Saidah (Wakil DPRD Gresik) : “Pemerintah Harus Ambil Langka Untuk Menyelamatkan Peternak “

Ket foto : Nur Saidah Wakil Pimpinan DPRD Kab Gresik

GRESIK, Dengan anjloknya harga telur dipasaran membuat peternak kelimpungan, Dimana harga produksi pakan dan pemeliharaan tak sembanding dengan hasil penjualan telurnya Dan Ini sangat memprihatikan kondisi Peternak seperti ini.

Akhirnya, Wakil DPRD Gresik Nur Saidah sekaligus ketua PIRA kabupaten Gresik Angkat bicara melihat kondisi Peternak seperti itu.

*Harga telur di titik terendah Pemerintah harus ambil kebijakan dalam rangka penyelamatan peternak.”Kata Nur Saidah saat dikonfirmasi media. (29/9/2021)Rabu

Lanjut Nur Saidah mengatakan terkait keprihatinan tersebut,”Kerugian setiap hari bagi peternak bila ayam setiap hari harus diberi pakan. Sementara harga jual rendah, Dimana Pakan mahal. Vitamin mahal. Operasional mahal. Daya beli masyarakat menurun juga usaha maka turun. karena UKM yang lain sepi.

Ada beberapa solusi menurut kami,”Yang pertama Mungkin dengan campur tangannya pemerintah dengan turut membeli dari peternak, Dan dijual kembali ke masyarakat dengan harga subsidi.Dan ini secepatnya ada upaya save bagi para peternak khususnya yang skala UKM kecil menengah

Dan yang kedua, “.beralih jenis usaha dari ayam petelur menjadi ayam yang dagingnya bisa di jual di konsumsi langsung.”terang Nur Saidah saat dikonfirmasi media.

Sementara, Agus Budiono Disperindag kabupaten Gresik dikonfirmasi membenarkan bahwa harga telur turun dipasarkan , Singkat dia mengatakan bagaimana untuk menyelamatkan peternak ayam telur, Pemerintah pusat harus memberikan subsidi pakan kepada peternak ayam sehingga harga produksi tidak naik.

Tegas Agus Budiono, Subsidi pakan itu kewenangan pemerintah pusat.”Jelasnya

Sedangkan Eko Anindito Putro, kadis pertanian kabupaten Gresik dikonfirmasi menjelaskan Kondisi terberat sebenarnya di harga jagung sama harga pakan pabrikan . Harga jagung mencapai 6000 dari harga standar 4000 s/d 4500, Sementara pakan pabrikan naik 10 s/d 12 kali selama pandemi. Dari harga konsentrat 370 ribuan menjadi 450 ribuan. Sementara kemampuan masyarakat membeli telur dikisaran harga 17-19 ribu per kg.

Lanjut Eko, “Saran agar pemerintah menstabilkan harga pakan dan jagung, Dengan cara misalnya subsidi harga jagung dan meminta pabrikan menurunkan harga pakan.”terangnya (*/W)

Editor : Iwan

error: Content is protected !!