Launching Kecamatan CETTAR, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Penguatan Institutional dan Capacity Building di Tingkat Kecamatan

SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berupaya meningkatkan kerja pelayanan pemerintahan dalam berbagai lini. Termasuk di tingkat kecamatan yang merupakan garda pertama pemerintahan, yang keberadaannya dekat dengan masyarakat.

Untuk memperkuat peran kecamatan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa me-launching program “Kecamatan CETTAR” sebagai upaya untuk melibatkan pemerintah daerah dengan cakupan terkecil dalam hal ini kecamatan, guna mendukung percepatan layanan, menumbuhkan inovasi serta upaya pemulihan ekonomi dan sosial.

Launching tersebut masuk dalam rangkaian acara Forum Inspirasi Jawa Timur yang mengusung tema “Kecamatan CETTAR untuk Jatim Bangkit,” di Hotel Harris, Surabaya, Kamis (23/9).

Turut melaunching bersama Gubernur Khofifah, antara lain Wakil Gubernur Jawa Timur,  Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA Asisten bidang pemerintahan serta Karo Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah.

Sebagai informasi, Forum Inspirasi Jawa Timur sendiri digelar untuk menyebarluaskan hasil-hasil kolaborasi Pemprov Jawa Timur dan KOMPAK dan memberikan inspirasi bagi kabupaten dan kecamatan lain di luar wilayah dampingan KOMPAK.

Acara ini juga dihadiri oleh staf dinas pemerintah provinsi secara tatap muka. Sementara itu, bupati di Jawa Timur, perwakilan OPD kabupaten/kota, perwakilan camat, dan kepala desa/kelurahan hadir secara virtual. Pameran virtual Forum Inspirasi Jawa Timur dapat diakses di https://inspirasijatim.kompak.or.id hingga tanggal 30 September 2021.

Saat diwawancarai media, Gubernur yang akrab disapa Khofifah itu menekankan pentingnya penguatan institusional maupun capacity building yang ada di tingkat kecamatan. Hal tersebut perlu dilakukan agar kapasitas kompetensi camat dan aparaturnya  dalam memimpin kecamatan semakin meningkat dan lebih kuat powernya  dalam melakukan perbaikan layanan dasar,  sosial dan ekonomi.

“Kecamatan ini merupakan lini awal yang paling dekat dengan masyarakat yang dijadikan pusat kordinasi berbagai program pendampingan dari berbagai kementerian, seperti pendamping PKH, Pendamping Desa, Pendamping Pertanian, Mantri Statistik dan sebagainya. Jadi harus kita kuatkan institutional maupun capacity building-nya. Karena jika kecamatan ini kuat, maka akan dapat mendukung suksesnya berbagai program sampai ke tingkat pusat,” ujar mantan Menteri Sosial RI itu.

Selain itu, lanjut Khofifah, penguatan institutional dan capacity building ini sangat penting mengingat sebagian besar pekerjaan dan urusan layanan  dasar yang berhubungan langsung dengan warga dikerjakan oleh  beberapa institusi berbasis  kecamatan.

“Banyaknya tugas yang dikoordinasikan di tingkat  kecamatan seperti data terpadu Kesejahteraan Sosial dan koordinasi antar desa juga kelurahan ini benar-benar luar biasa. Maka kita harus mendukung dan mempersiapkan sumber daya manusia di level kecamatan  dalam berbagai aspek,” terang Gubernur perempuan pertama Jatim itu.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi kepada organisasi perangkat daerah (OPD) di tingkat kecamatan atas kerja keras yang mereka lakukan. Sebab, berbagai capaian Jatim, termasuk penurunan menjadi level 1 PPKM di Jawa-Bali, bahkan di Indonesia  tidak lepas dari pengabdian dan kerja keras  mereka.

“Saya menyampaikan  terima kasih kepada para camat yang  hebat ini. Mereka ini jarang disorot pemberitaan. Namun  jika satu daerah punya masalah seperti saat  kenaikan kasus menjadi  zona merah Covid-19, yang jadi tumpuan dan harus  kerja keras  untuk  menyelesaikan adalah Para Camat dan Forkopimcam. Karena basis puskesmas di kecamatan,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri  yang diwakili direktur Dekonsentrasi dan Tugas Perbantuan  mengapresiasi Pemprov Jatim melaunching Kecamatan CETTAR. Kecamatan CETTAR ini merupakan pendekatan terhadap dua masalah yang sedang kita hadapi di tengah pandemi Covid-19. Yang pertama adalah pemutusan mata rantai Covid-19. Yang kedua adalah bagaimana caranya agar masyarakat ini bangkit dari segi ekonomi setelah krisis pandemi ini

“Selama ini, kecamatan telah dengan hebat menyelesaikan masalah ini. Program ini diharapkan dapat menguatkan dan memberi support dari segi kapasitas dan kompetensi,” tandasnya. (Guh/Hum)

Editor : Eko Asrory

error: Content is protected !!