Kejari Lamongan Eksekusi Uang Pengganti Rp.22,25 Juta dari Terpidana Korupsi Dana Desa Sumberjo

LAMONGAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) menerima pembayaran uang pengganti dari Terpidana/Terdakwa Achmad Andis Bin Sholeh senilai dalam Perkara Korupsi Dana Desa (DD) Sumberjo Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan tahun 2019.

Muhamad Subhan selaku Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan, kepada awak media mengatakan, bahwa pada Senin (30/08/21) pihaknya menerima uang pengganti dari Terpidana Korupsi Dana Desa Sumberjo tahun 2019 sebesar Rp. 22,25 juta.

“Dari pengembalian pengganti tersebut, nantinya Bidang Pidsus Kejaksaan Negeri Lamongan segera menindaklanjutinya dengan mengeksekusi uang itu dan selanjutnya disetorkan ke Kas Negara,” ujarnya.

Lebih lanjut, Muhamad Subhan mengungkapkan, terdakwa telah terbukti melakukan Tipikor dan diputus bersalah oleh PN Tipikor Surabaya pada tanggal 27 April 2021 dengan pidana 1 tahun dan 7 bulan penjara, dengan denda Sebesar Rp. 50 juta subsider 3 bulan kurungan dan Membayar kerugian Negara sebesar Rp. 22.500.000,- subsider 6 bulan penjara.

“Namun Terdakwa (Andis) mengajukan banding ke PT SBY, dan pada tanggal 12 Juli 2021, Pengadilan Tinggi Surabaya memutuskan perkara tersebut dengan putusan menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Surabaya,” pungkasnya.

Perlu diketahui, Terdakwa Andis dijebloskan ke jeruji besi, setelah melakukan Tindak Pidana Korupsi terhadap dana desa (DD) Sumberjo tahun 2019 bersama Bulhar selaku Kasi Ekbang Kecamatan Pucuk, yang saat itu menjabat sebagai PJ Desa Sumberjo, dengan pengurangan volume pembangunan di Desa Sumberjo sekitar 11 item yang tidak pas dihitungnya, dan kerugian kurang lebih Rp. 100 juta. Sementara Dana Bumdes selama 1 tahun mengendap disalah satu tersangka tidak digulirkan, dan nilainya sekitar 50 juta. (As)

Editor : Eko Asrory

error: Content is protected !!