Dua Politisi Golkar Harapkan Parkir Dikelola Secara Profesional Untuk Tingkatkan PAD

GRESIK,-Dua politisi dari Golkar Gresik Atek Riduan dan Wongso Negoro berharap parkir dapat dikelola secara profesional agar bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gresik.

Hal tersebut disampaikan dalam acara Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) di dua tempat berbeda, di Kediaman Atek Riduan Desa Sumput Kecamatan Driyorejo dan Kediaman Wongso Negoro Desa Pengalangan Menganti, Minggu (15/8/2021).

Materi Sosperda :

  1. Perda Kabupaten Gresik No. 3 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan dan Restribusi Parkir.
  2. Perda Kabupaten Gresik No. 4 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan dan Restribusi Pengujian Kendaraan Bermotor.
  3. Perda Kabupaten Gresik No. 6 Tahun 2020 Penyelenggaraan Jaringan Utilitas.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Wongso Negoro menyampaikan bahwa saat ada parkir langganan potensi pendapatannya tinggi dan turun drastis ketika tidak ada parkir berlangganan.

“Karena digugat dan kalah, kebijakan parkir langgaran tidak boleh dan kembali ke model lama dan drastis penurunan pendapatannya,” Ujarnya.

Menurut pria yang akrab disapa Ki Wongso itu penurunan terjadi karena ada kebocoran di lapangan.

“Masih banyak kita temukan, satu karcis parkir dipakai berkali-kali, sehingga berpotensi kebocoran pada PAD dari parkir,” kritiknya.

Oleh karena, Sekretaris DPD Partai Golkar Atek Riduan dalam kesempatan tersebut berharap kepada pemerintah agar parkir dapat dikelola secara profesional.

“Ketika parkir dapat dikelola dengan profesional, maka berpotensi meningkatkan PAD Gresik,” ujarnya.

Anggota komisi 4 DPRD Gresik itu juga berharap agar OPD-OPD bisa mengikuti irama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

“Bupatinya Milenial, speednya cepat, OPD harus bisa mengimbanginya,” pungkasnya penuh semangat. (L/*)

Editor : Iwan

error: Content is protected !!