Pak Atek Dan Pak Wong Imbau Warga Patuhi Prokes Disaat PPKM Darurat Ini Dan Berikan Informasi Terkait PERDA Baru

Foto : Atek Riduan (dewan Komisi 4 DPRD Gresik) depan dua dari kanan mendampingi Wongso Negoro (Komisi 1 DPRD Gresik)

GRESIK, Atek Riduan dampingi Wongso negoro sampaikan sosialissi peraturan daerah (PERDA) baru dihadapan konstituen Golkar yang ada dikecamatan (PK) maupun desa (kordes) dengan menerapkan protkes ketat.(18//2021)Minggu

Peraturan daerah (PERDA) baru tersebut antara lain :

-Peraturan daerah nomor 3 tahun 2020 tentang penyelenggaraan dan retribusi parkir

-Peraturan daerah nomor 4 tahun 2020 tentang penyelenggaraan dan retribusi pengujian kendaraan bermotor

-Peraturan daerah nomor 6 tahun 2020 tentang penyelenggaraan jaringan utilitas

Menganai Peraturan daerah (Perda) nomor 3 tahun 2020 tentang Retribusi parkir, Wongso Negoro mengatakan bahwa dimunculnya peraturan ini, Itu karena kurang maksimalnya pendapatan asli daerah (PAD) terkait hasil retribusi parkir, Dan ini menjadi catatan kita untuk mendasari munculnya perda nomor 3/2020 .”Ucapnya

Dan mudah-mudahan perda yang baru ini bisa mendorong pemerintah kabuoaten untuk memaksimalkan pendapatan terkait parkir, Dan lebih jauh kami menyoroti masih adanya kesemerawutan dinas terkait dalam menangani retribusi parkir ini dan kami tegaskan untuk kedepan dinas terkait supaya ada perubahan dalam penanganan parkir.”tambah Wongso negoro

Selanjutnya Atek Riduan dalam kesempatan Sosper tersebut menekankan kepada stekolder maupun konsituen untuk tetap disipiln dan mematuhi protokol kesehatan, sebab covid belum selesai sebagai mana aturan bupati dalam surat edaran nomor 13 tahun 2021 tentang PPKM Darurat dikabupaten Gresik .

“Covid belum selesai, Oleh karena itu kami berharap pada masyarakat/stekolder untuk berhati dalam beraktivitas, Kalau tidak perlu/Urgent aktivitas diluar jangan keluar lebih baik dirumah saja.”Kata Atek Riduan

Lebih lanjut, Atek menyampaikan “Apabila ada dari kalian yang hasil sweb positif, Jangan malu-malu untuk memberikan informasi kepada gugus tugas Covid desa minimal dan lekas untuk isolasi mandiri (Isoman) sehingga tidak menulari yang lainnya. (red)

Editor : Iwan

error: Content is protected !!