Kamjawiyono (Dewan Gresik) Tampung Aspirasi Masyarakat Dan Soroti Kaplingan Yang Tak Berizin

Ket/Foto : Kamjawiyono (DPRD Gresik) didampingi Ketua PAC Gerindra Kec Driyorejo

GRESIK, Masa Persidangan II tahun 2021, Kamjawiyono anggota DPRD Komisi 1 bidang hukum dan pemerintahan kabupaten Gresik dapil IV (Driyorejo-Wringianom) undang konstituen dengan menerapkan protkes, Ia mendengarkan aspirasi warga/konstetuennya.

Usulan normalisasi kali avour (tengah) dan sekitarnya juga menjadi bahasan dalam reses tersebut, Selain itu mengenai infrastruktur (Jalan rusak seperti di JPD antara Sumput-Kesamben tepatnya dimakam umum Goa) butuh penanganan/perbaikan

“Jalan Antara Kesamben – Sumput (Goa) tepatnya depan makam itu rusak pak dewan, Banjir disini itu maksudnya diSumput persoalannya adalah kali avour kerap ada sampah sungai tersebut “Ungkap Selan saat menyampaikan aspirasi dalam reses tersebut

Untuk menanggapi Usulan demikian, Kamjawiyo (Anggota DPRD) menjelaskan “Pemeliharaan jalan untuk tambal-Sulam nanti dikerjakan oleh PU (URCnya), Kalau perbaikan jalan itu nanti dilelang dan insyaallah akan menjadi prioritas pemerintah daerah insyaallah tahun ini lakukan nanti.

Terkait penanganan kali avour (tengah), Kamjawiyono menjelaskan kepada konstituen bahwa “Untuk normalisasi kali avour itu kewenangannya pemerintah propinsi Jawa timur bukan pemerintah daerah oleh karena kami terus mendorong perusahaan CSRnya untuk diarahkan kesana.”Ungkapnya

Selain itu, Kamjawiyono (DPRD) dihadapan konstituen menyoroti kaplingan yang tak berizin, ini Perlu dapat perhatian karena dampak kedepan itu harus dipikirkan sebab lahan itu awalnya resapan sekarang menjadi pemukiman sehingga bisa menimbulkan persoalan baru.

“Seperti halnya contoh kalau ada lahan yang diuruk untuk kaplingan, ini yang perlu diamati jalan tersebut kerap rusak, terus kalau kaplingan tersebut sudah tumbuh pemukiman, Gimana fasilitas pemakamannya nantinya, ini menjadi catatan.”Pungkas Kamjawi (27/6/2021)Minggu

Lebih lanjut, Masih kata Kamjawi ” izin Amdalnya atau UKL/UPLnya perlu dipertanyakan kedepan nantinya bagi pengusaha kaplingan (red)

Editor : Iwan

error: Content is protected !!