Peringati Hari Penanggulangan Degradasi Lahan Sedunia, Siswa MAN 1 Gresik Tanam bibit Manggrove

Ket/foto : Guru dan siswa MAN 1 Gresik Menyurusi DAS untuk tanam bibit Manggrove

GRESIK, Dalam upaya untuk mencegah abrasi pantai, Madrasah Aliyah Negeri 1 Gresik (MAN 1 Gresik) menanam ratusan bibit mangrove di daerah aliran sungai (DAS) Desa Randuboto Kecamatan Sidayu kabupaten Gresik propinsi Jawa timur pada Jumat (18/6/2021).

Sejak pagi, siswa dan guru melakukan perjalanan menyusuri sungai dengan perahu milik nelayan. Setelah perjalanan setengah jam, mereka kemudian menanam bibit mangrove.

Kepala MAN 1 Gresik Masfufah dikonfirmasi media mengatakan bahwa kegiatan yang kami gagas ini dalam rangka hari penanggulangan degradasi lahan sedunia yang rutin diperingati setiap 17 Juni.

“Tujuannya menyelamatkan dan melestarikan lingkungan dari abrasi pantai laut, meski hari penanggulangan degradasi lahan sudah lewat, yakni kemarin tapi kami tetap memperingatinya,” katanya.

Masfufah menambahkan, kegiatan hasil kolaborasi dengan siswa serta masyarakat sekitar agar berperan aktif dalam pelestarian lingkungan alam.

Tak hanya sekali ini saja, sebelumnya madrasah berpredikat Adiwiyata yang belokasi di Kecamatan Bungah ini juga melaksanakan kegiatan serupa di wilayah Kabupaten Tuban.

“Nah, di Randuboto ini kami tanam 200, namun kami akan MoU dengan desa bahwa kami akan ikut berperan menjaga kelestarian alam. Meskipun aksi ini lokal, namun kami percaya anfaatnya global,” imbuh Masfufah.

Salah satu siswa MAN 1 Gresik, Agita Rahma Putri mengaku senang dan gembira bisa memberikan manfaat bagi kelestarian alam sekitar melalui tanam mangrove.

Agita yang juga Duta Genre Gresik ini menambahkan, kegiatan positif ini harus terus dilakukan. Bahkan, dalam waktu dekat juga akan menggelar kegiatan serupa di kawasan mangrove di Ujungpangkah.

“Di era sekarang generasi muda kurang peduli pada lingkungan, dan melalui kegiatan ini kami ingin beri contoh jadi agen perubahan agar lingkungan terjaga,” urainya.

Sementara itu, Kepala Desa Randuboto Andhi Sulandra menyatakan bahwa di desanya mempunyai kawasan mangrove berbagai jenis sekitar 133 Hektare.

Di tahun 2024 dirinya berkeinginan kawasan mangrove dibranding “Amazon Van Java”. Nah untuk itu tambah Andhi, dirinya mengajak kolaborasi semua pihak untuk menanam bibit mangrove.

“Kami apresiasi komitmen dunia pendidikan ikut melestarikan mangrove. Selain itu, kami terus berkolaborasi dengan perusahaan maupun pegiat lingkungan,” ucapnya (Azm)

Editor : Iwan

error: Content is protected !!