Bupati Lamongan Instruksikan Seluruh Camat dan Kepala OPD untuk Lakukan Komunikasi Sosial Kepada Masyarakat Jelang Sholat Idul Fitri 1442 H

LAMONGAN – Menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Nomor 451/10180/012.1/2021 tentang Penyelenggaraan Sholat Idul Fitri Tahun 1442 Hijriyah/2021 di Saat Pandemi Covid-19 di Jawa Timur, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menginstruksikan kepada seluruh Camat dan Kepala OPD untuk melakukan komunikasi sosial kepada masyarakat, menjadi contoh dan teladan bahwa ASN menaati peraturan pemerintah terkait PPKM Mikro termasuk larangan mudik.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat menggelar Coffee Morning secara virtual dengan jajaran Muspika se-Kabupaten Lamongan, Senin (10/5/21) di Command Center Pemkab Lamongan, mengatakan bahwa saat ini Kabupaten Lamongan tengah berada pada zona kuning Covid-19 jadi sesuai Surat Edaran Gubernur Jawa Timur masyarakat Lamongan boleh menggelar Sholat Ied dengan jumlah jamaah tidak boleh lebih dari 50% dari kapasitasnya.

“Takbir keliling ditiadakan dan dapat dilakukan secara terbatas di masjid atau musholla dengan protokol kesehatan,” ujarnya.

Bupati Yuhronur Efendi juga mengingatkan dalam penyelenggaraan Sholat Ied harus dibentuk kepanitiaan yang menyiapkan protokol kesehatan seperti penggunaan thermogun, menyiapkan masker bagi jamaah yang tidak memakai masker, dan menyesuaikan durasi khutbah paling lama 10 menit.

ASN juga diharapkan dapat menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan terutama saat menjelang Idul Fitri.

“Kepada seluruh ASN agar tetap mematuhi peraturan pemerintah untuk tidak mudik, hal ini agar dijadikan contoh dan teladan bagi masyarakat Lamongan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.. Sehingga menghadapi libur Idul Fitri minggu ini tidak terjadi kenaikan kasus Covid-19 di Kabupaten Lamongan,” ungkap Bupati Yuhronur Efendi.

Sementara, dalam kesempatan yang sama, Dandim 0812 Letkol Infantri Sidik Wiyono juga mengungkapkan, bahwa tiap ada hari libur terdapat kenaikan pelaku perjalanan dan selalu terjadi peningkatan kasus Covid-19.

“Puncak peningkatan kasus pada Bulan November, Desember 2020 dan Bulan Januari 2021.  Hal tersebut sebanding dengan kenaikan tren pelaku perjalanan di Kabupaten Lamongan yang meningkat pada bulan yang sama yakni November 194 orang, Desember 222 orang, dan Januari 179 orang. Pada minggu kedua Bulan Mei pelaku perjalanan sejumlah 1.134 orang dan akan terus meningkat sampai Idul Fitri,” ungkap Lektol Infantri Sidik Wiyanto.

Begitu pula dengan Kapolres AKBP Miko Indrayana mengungkapkan bahwa  pihaknya akan ikut mendukung langkah pemerintah pusat untuk menanggulangi penyebaran Covid-19.

Perlu diketahui, berdasarkan Data yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan dr. Taufik Hidayat per 8 Mei 2021 jumlah kasus positif di Kabupaten Lamongan sebanyak 2.765 dengan 11 kasus aktif. 6 Kecamatan berada di zona kuning dan 21 lainnya sudah ada pada zona hijau. 474 desa/kelurahan masih terdapat 6 desa zona kuning. Bed Occupancy Rate (BOR) saat ini 9% dari total 537 TT.

Saat ini telah dilakukan pemantauan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang dari luar negeri. PMI dilakukan pendataan dan pengawasan serta isolasi jika terindikasi positif Covid-19. (As/*)

Editor : Eko As

error: Content is protected !!