Wujudkan Ketahan Pangan Ditengah Pandemi, Pemdes Pucangro-Kalitengah Beri Pelatihan Budi Daya Cabe Kepada Warga

LAMONGAN – Sebagai salah satu upaya mewujudkan ketahanan pangan di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19, Pemerintah Desa Pucangro, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan  memberi platihan budi daya Cabe di sekitar pekarangan.

Kepala Desa Pucangro Zuli Kasmawanto S.IP., M.IP, mengatakan, bahwa kegiatan ini dilaksanakan kelompok masyarakat secara bersama-sama, mengusahakan lahan pekarangan sebagai sumber pangan berkelanjutan.

“Tujuannya untuk meningkatkan ketersediaan aksesibilitas, dan pemanfaatan, serta pendapatan. Dalam perkembangannya, P2L tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga bisa dijual untuk menambah pendapatan,” ujarnya.

Dalam perkembangannya, lanjut Kades Pucangro, P2L tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga bisa dijual untuk menambah pendapatan Dengan menanam cabai dan sayiran lainnya, ibu-ibu dikampung ini tidak perlu beli cabai ke pasar, karena karena bisa panen sendiri.

“Kalau setiap rumah tangga melakukan penanaman cabai di pekarangan masing-masing 5 pot saja, pasti tidak akan sulit memenuhi cabai, karena tinggal petik,” ucap Kades.

Ketua kelompok Sedana Amerta Sari, Badan Ketahanan Pangan mengembangkan P2L sebagai salah satu upaya menjaga ketahanan pangan.

“Kami menggagas P2L dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Kalau setiap rumah tangga melakukan penanaman cabai di pekarangan masing-masing 5 pot saja, pasti tidak akan sulit memenuhi cabai, karena tinggal petik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kepala Desa Pucangro Zuli Kasmawanto, S.IP., M.IP Kalau setiap rumah tangga melakukan penanaman cabai di pekarangan masing-masing 5 pot saja, pasti tidak akan sulit memenuhi cabai, karena tinggal petik, Jangan biarkan lahan kosong begitu saja.

“Ditanami aneka tanaman, nanti akan dipetik hasilnya dan bisa untuk konsumsi keluarga,” pungkasnya.

Sementara, Benu Narasumber menjelaskan kegiatan ini dalam rangka prningkatan ketahan pangan keluarga melalui pemanfataan pekarangan rumah untuk di tanami cabe setidaknya pengeluaran keluarga bisa berkurang mengingat harga cabe yang crnderung tinggi.

Melalui pelatihan ini semua peserta mendapat binaan dan pendampingan bagaimana  mulai proses pembuatan media tanam sampai perawatan dan panen.

“Untuk bahan-bahan yang akan di gunakan pupuk bisa memanfaatkan limbah rumah seperti air pesusian beras/leri, sisa sayuran yang busuk dan sisa buah yang busuk tetapi harus di fermentasi dulu sehingga tanaman sehat dan minim residu kimia. Berharap dengan pelatihan ini agar di manfaatkan dan juga di pelihara agar tanaman bisa baik,” tandasnya. (Theris)

Editor : Eko As

error: Content is protected !!