Anha : Dukung Destinasi Wisata Budaya Di Dapet (Balongpanggang)

GRESIK,- DPD Partai Golkar kabupaten Gresik Ahmad Nurhamim sekaligus sebagai wakil pimpinan DPRD Gresik dengan didanpingi Wingis Negoro (Ketua Fraksi Golkar DPRD Gresik) dan Khomsatun (Anggota dewan) Asal desa Dapet-Balongpanggang diundang pemerintah desa Dapet dalam rangka soft lounching desa wisata budaya.

Dimana desa Dapet tersebut terdapat sebuah sejarah yaitu petilasan pesarehan Mbah Ronggolawe, Yang sekarang lagi dikembangkan potensi budaya oleh pemerintah desa Dapet

Acara soft lounching tersebut diawali dengan diskusi budaya yang dihadiri oleh seluruh perwakilan lintas agama yang dipandu oleh Kepala desa Dapet.

Disela Acara diskusi, Anha atau sebutan Ahmad Nurhamim ditemui awak media menyampaikan bahwa “Perkembangan potensi budaya dan potensi lain supaya bisa terangkat sehingga menjadi tperekat untuk kepentingan sejarah, perekat unttuk anak cucu kita sehingga potensi ini menjadi alat ukur untuk menggairahkan ekonomi masyarakat Maka hari ini kita soft lounching menjadi desa wisata budaya.”Ungkapnya (24/4/2021)Sabtu

“Artinya apa? lewat titik pesarehan eyang/Mbah Ronggolawe ini kita berharap nanti mampu berkembang dengan baik dan menonjol dari sisi budaya yang dibangun dari komponen masyarakat, Karena didesa Dapet ini kan memiliki karekteristik yang luar biasa dan potensial bukan hanya Islam tapi ada Hindu ada alien kepercayaan dan yang lain kemudian menjadi terhubung dan inikan menjadi alternatif potensi budaya seperti halnya di Gresik makam sunan Giri.”tambanya

Dititik makam Mbah Ronggo ini Masih kata Ahmad Nurhamim “Ada perekat anak cucu kita, dan disini ada perjuangan yang harus diestafeti, Bagaimana perjuangan Mbah Ronggo saat itu dan bagaimana perjuanga kita saat ini.

Lebih lanjut, Peran kita sebagai parlement, atau Anggota dewan itu memberikan aspek hukumnya seperti halnya kita mempersiapkan draft perda desa wisata, Apakah nanti bisa wisata pertanian, wisata budaya atau wisata religi.

Dan ditegaskan Ahmad Nurhamim, “Bahwa secara pribadi kami ini sangat konsent, Bahkan kami pernah dikukuhkan oleh paguyuban dalem keraton Surakarta ditahun 2018, Apalagi kalau ada persoalan begini itu kami sangat memahami

Kemudian Wongso Negoro, ditanya terkait Destinasi wisata budaya mengatakan bahwa kami mensuport, Sebab ini nanti kalau terrealisasi akan bisa memberikan PAD (pendapatan asli desa).

Dan sementara Siswadi kepala desa Dapet terkait Destinasi wisata budaya ini sudah dilakukan musyawarah desa (Musdes) bersama tokoh masyarakat.

Editor ; Iwan GRESIK,-

error: Content is protected !!