Penerima BLT Sukolilo Tidak Boleh Ganda

LAMONGAN – Penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) Sukolilo, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan tidak boleh sama dengan penerima yang bersumber dari Kementerian Sosial RI. 

Penegasan ini disampaikan oleh Kepala Desa (Kades) Sukolilo (Lasmiran) kepada awak media Wartagiri.com, Kamis (22/04/21), untuk menghindari agar BLT melalui Dana Desa (DD) tahun 2021 tersebut tidak jatuh pada orang yang sama atau penerima bantuan ganda.

“Penerima  BLT melalui DD itu harus berbeda dengan penerima bantuan lain yang bersumber dari Kementerian Sosial RI,” ujar Lasmiran.

Lasmiran menjelaskan, penerima BLT melalui DD itu diberikan kepada masyarakat miskin dan yang terdampak pandemi Covid-19 serta belum terkover program Bantuan Sosial Tunai (BST).

“Diantaranya dengan kriteria keluarga yang kehilangan mata pencarian, keluarga yang belum terdata pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan orang tua yang rentan penyakit kronis/menahun,” paparnya.

Tak hanya itu, sambung Kades Sukolilo, penerima program BLT melalui DD adalah keluarga yang belum pernah menerima Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang saat ini jadi Sembako, Jaringan Pengaman Sosial (JPS) Provinsi dan program Pra-Kerja.

“Oleh karena itu, agar tidak ada penerima bantuan ganda (double), maka data penerima BLT Dana Desa harus di verifikasi, finalisasi dan validasi melalui musyawarah desa (musdes) khusus,” jelasnya.

Jadi data penerima BLT DD di Desa Sukolilo, menurutnya, tidak mungkin ganda karena verifikasinya juga menghadirkan seluruh Ketua RT, RW, LPM, PKK, BPD, Pemuda Karang Taruna dan Tomas (tokoh masyarakat) juga dilibatkan. 

“Setelah melalui musdes khusus, penerima BLT DD sebesar Rp.300.000,-perbulan selama 12 bulan berturut-turut di Desa Sukolilo diputuskan sebanyak 50 KPM (keluarga penerima manfaat) dan kita umumkan di kantor desa,” tandas Lasmiran. (Theris)

Editor : Eko As

error: Content is protected !!