Petrokimia Gresik Salurkan Bantuan Paket Sembako Untuk Korban Gempa Bumi Di Malang

GRESIK, – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, sekaligus Koordinator Satgas Tanggap Bencana BUMN Jawa Timur (Jatim) menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa 1.000 paket sembako untuk korban Gempa Malang, melalui Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Minggu (11/4).

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo, menjelaskan bahwa gempa Malang berkekuatan 6,1 SR ini telah menyebabkan aktivitas perekonomian warga terhenti, sehingga para korban bencana membutuhkan bantuan cepat.

“Untuk itu melalui program CSR “Petrokimia Gresik Peduli & Berbagi” ini, kami ingin
membantu meringankan beban para korban sekaligus upaya pemulihan kondisi pasca
bencana,” ujar Dwi Satriyo.

Adapun masing-masing paket sembako berisi beras (5 kg), minyak goreng (1 liter), gula (1 kg), dan mie instan (3 bungkus). Bantuan CSR ini diserahkan melalui pemkab setempat untuk delanjutnya didistribusikan kepada korban di beberapa wilayah.

“Meskipun wilayah operasional perusahaan berada di Gresik, kami sangat prihatin dengan apa yang dialami korban bencana gempa bumi di Malang dan sekitarnya,” ujar Dwi Satriyo.

Seperti diketahui, guncangan gempa bumi Kabupaten Malang yang terjadi pada Sabtu siang tidak hanya dirasakan di Jawa Timur dan sekitarnya, tetapi juga di sejumlah wilayah seperti Yogyakarta hingga Bali dan Lombok. Pusat gempa bumi berada di laut pada jarak 96 km ke arah selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang di kedalaman 80 km. Meskipun gempa tersebut dinyatakan tidak berpotensi tsunami, namun telah menimbulkan kerusakan bangunan di beberapa daerah.

“Semoga bantuan yang kami berikan ini dapat meringankan beban para korban, dan kami berharap kondisi segera pulih,” tandasnya.

Action Plan

Di sisi lain, Petrokimia Gresik selaku Koordinator Satgas Tanggap Bencana BUMN Jatim gerak cepat (gercep) menyusun action plan untuk penanganan bencana gempa Malang.

Dwi Satriyo menjelaskan bahwa langkah siaga ini dilakukan agar penanganan bencana dapat langsung terlaksana di lapangan dan proses pemulihan juga dapat segera diselesaikan.

Adapun 6 (enam) action plan yang akan dilaksanakan Satgas BUMN, antara lain mengirimkan tim medis; membuat posko dan relawan; mengirimkan bantuan (sembako, obat-obatan, dan kebutuhan darurat); membantu perbaikan fasilitas umum yang mengalami kerusakan materiil;
koordinasi dengan tim CSR seluruh BUMN Jawa Timur untuk konsolidasi bantuan; dan
koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

“Kami telah berkoordinasi dengan seluruh BUMN yang tergabung dalam Satgas BUMN Jatim dan siap membantu pemerintah dalam penanganan bencana Gempa Malang. Kami berharap para korban tetap optimis,” tandas Dwi Satriyo.

Terakhir, Dwi Satriyo memastikan seluruh gudang pupuk dan kios resmi yang berada di
wilayah Malang tidak terdampak bencana, sehingga operasional distribusi dan penyaluran pupuk bersubsidi dipastikan tetap berjalan lancar. (k/H/*)

Editor : Iwan

error: Content is protected !!