Asosiasi UMKM Sidayu (ASUMSI) Memberikan Pelatihan Pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK)

GRESIK, -Semenjak adanya COVID-19, beberapa sektor ekonomi baik dari domestik maupun global terkena dampak negatif, hal yang paling terasa terjadi pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). UMKM dapat menjadi garda terdepan dalam pencapaian pilar ekonomi SDGs dengan penciptaan lapangan kerja, penciptaan kondisi kerja yang layak, inovasi bisnis, adaptasi dan mitigasi dampak negatif ekonomi, sosial dan lingkungan pada operasi bisnis untuk pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Untuk mencapai itu, maka aksi kolektif berbagai sektor sangat dibutuhkan dalam mendukung kebangkitan UMKM. Dalam hal ini, sektor bisnis mempunyai kemampuan untuk mencari solusi melalui teknologi, inovasi dan investasi dalam pemasaran produk.Asosiasi UMKM Sidayu (ASUMSI) merupakan asosiasi yang dibentuk dengan tujuan untuk menumbuhkembangkan UMKM dalam rangka membangun perekonomian para pelaku UMKM di wilayah kecamatan Sidayu, Gresik.

Kegiatan Asosiasi UMKM Sidayu adalah pemberdayaan anggota melalui pelatihan dan  pendampingan. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan besar dalam mewujudkan perekonomian nasional yang berkeadilan dan terwujudnya kesejahteraan umum untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Hal ini sesuai dengan cita-cita sosial yang dikehendaki UUD 1945 dan Pancasila. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Pengusaha Mikro, Kecil dan Menengah perlu bersatu dalam wadah organisasi. 

Menurut Hidayat (Seorang dosen teknik industri UMG dan juga selaku ketua Asosiasi UMKM Sidayu) mengatakan bahwa “Saya dibantu segenap anggota struktural untuk mempersiapkan program-progam yang mana bisa menumbuhkembangkan baik dari segi SDM dan juga perekonomian pelaku UMKM Sidayu. Pada program sebelumnya, kita menjalankan program dibidang sosial yaitu berupa bagi-bagi 200 masker gratis untuk pedagang di pasar Sidayu dimasa pandemi COVID-19 dan juga melakukan kegiatan santunan anak yatim, duafa’ dan penyandang disabilitas.

Pada program kali ini, kita menjalankan program yang sejalan dengan program 100 hari bupati dan wakil bupati Gresik, yaitu ikut serta memunculkan produk-produk unggulan UMKM. Dalam hal ini kita memberikan pelatihan pada anggota untuk pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) melalui laman atau website BKPM dalam pelayanan Online Single Submission (OSS) untuk memenuhi beberapa persyaratan dalam pembuatan Hak Merek dan Halal. Dan untuk beberapa minggu kedepan kita juga ada pelatihan terkait desain kemasan produk dan pelatihan digital marketing.

Untuk kedepannya, kita akan terus melakukan kegiatan yang positif dimana tidak jauh dari misi kita yaitu meningkatkan kualitas UMKM yang ada di wilayah Sidayu, memberdayakan anggota dalam melibatkan berupa pelatihan-pelatihan, menjalin kemitraan dengan lembaga atau institusi lain, serta menciptakan jaringan bagi UMKM di dalam maupun di luar negeri”. (Azm)

Editor : Iwan

error: Content is protected !!