Peresmian Pasar Pariaman, Mendag Harapkan Peningkatan Perekonomian Daerah

PARIAMAN – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyambut baik selesainya revitalisasi Pasar Pariaman di Kota Pariaman, Sumatra Barat. Mendag Lutfi juga berharap Pasar Pariaman dapat memberi manfaat maksimal bagi masyarakat Pariaman. Hal tersebut disampaikan Mendag Lutfi saat mendampingi Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin meresmikan Pasar Pariaman hari ini, Selasa (6/4/21).

“Kami berharap agar revitalisasi Pasar Pariaman dapat memberikan manfaat langsung baik kepada para pedagang maupun masyarakat sekitar, serta meningkatkan produktivitas roda perekonomian daerah sehingga membantu memulihkan perekonomian. Kami mohon Pemerintah Kota Pariaman segera memanfaatkan pasar yang megah ini,” kata Mendag Lutfi.

Pasar Pariaman merupakan pasar terdampak gempa bumi di Sumatra Barat pada 2009 dan 2016. Akibatnya, kondisi Pasar Pariaman saat itu rusak berat. Pembangunan Pasar Pariaman merupakan usulan Walikota Pariaman ke Kementerian Perdagangan pada 2018. Sebagai tindak lanjut, pembangunan skala besar Pasar Pariaman diserahkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan Kemendag fokus pada pemulihan tata niaganya.

Mendag Lutfi juga mendorong agar Pasar Pariaman segera memiliki pengelola pasar dan menerapkan Standar Nasional Indonesia untuk Pasar Rakyat (SNI Pasar Rakyat).

“Intinya, kami ingin menitipkan pengelolaan dan pemeliharaan pasar ini sebaik-baiknya. Dengan demikian, dalam jangka panjang pasar tetap nyaman bagi para pedagang sekaligus menarik minat konsumen berbelanja,” ungkap Lutfi.

Untuk 2021, Kemendag menargetkan pembangunan dan revitalisasi 119 pasar rakyat. Mendag Lutfi menilai, memperkuat pasar rakyat melalui revitalisasi fisik dan peningkatan kualitas manajemen pengelolaan menjadi salah satu upaya mempercepat pemulihan ekonomi nasional dari pandemi Covid-19.

Mendag Lutfi melaksanakan kunjungan kerja ke Sumatra Barat pada 5–6 April 2021. Hari ini (6/4) Mendag Lutfi mendampingi Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin dalam sejumlah agenda yaitu meresmikan Pasar Pariaman, meninjau pelaksanaan vaksinasi di Puskesmas Kuraitaji Kota Pariaman, serta menanam pohon pinago dan meninjau tanaman penghalang abrasi di Desa Taluak, Kota Pariaman.

Selepas mendampingi Wakil Presiden RI, Mendag Lutfi melanjutkan kunjungan kerjanya dengan meninjau kompleks Pasar Raya Padang di Kota Padang, Sumatra Barat (6/4). Dalam peninjauan ini, Mendag Lutfi juga melihat kondisi bangunan Pasar Raya Padang Fase VII serta sarana pendukungnya, sehingga dapat menjadi masukan untuk berkoordinasi bersama kementerian teknis dalam membahas revitalisasi, anggaran, dan desain pasarnya sebagai tindak lanjut.

“Pasar rakyat adalah penggerak perekonomian dan wadah interaksi sosial budaya. Daya saing dan citra Pasar rakyat perlu terus diangkat. Oleh karena itu, program pembangunan dan revitalisasi pasar selalu Mendapat perhatian serius,” jelas Mendag Lutfi.

Upaya membangun kembali kawasan Pasar Raya Padang pascagempa 2009 telah dilakukan sejak 2010. Namun, pembangunan sarana dan prasarananya masih sangat perlu dilakukan. Salah satunya adalah Bangunan Pasar Raya Padang Fase VII yang rusak berat.

Gubernur Sumatera Barat telah bersurat kepada Mendag untuk merekomendasikan pembangunan Pasar Raya Padang Fase VII melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pasar Raya Padang Fase VII merupakan bangunan dua lantai dengan luas lahan 11.584 m2

Tercatat menampung 605 pedagang. Bila dibangun, Fase VII diusulkan menampung 1.143 pedagang yang Terdiri atas 288 kios dan 855 los. Omzet Pasar Raya Padang Fase VII tercatat Rp114,98 miliar per tahun.

Setelah dibangun, omzet pasar diproyeksi meningkat 20 persen menjadi Rp137,97 miliar. Komoditas yang Diperdagangkan antara lain kebutuhan sandang, aksesori, kuliner, buah-buahan, sayuran, kosmetik, serta dalam peninjauan tersebut Mendag Lutfi juga berdialog dengan perwakilan pedagang Pasar Raya Padang.

Para pedagang menyampaikan kondisi aktivitas berdagang saat ini di Pasar Raya Padang, dan Mengharapkan peremajaan pasar agar suasana berdagang semakin baik.

Dalam peninjauan harga barang kebutuhan pokok (bapok) di kompleks Pasar Raya Padang, Mendag Lutfi Menilai harga-harga bapok stabil. Mendag Lutfi menyatakan, Kemendag akan memastikan kondisi bapok.

“Menjelang bulan Ramadan, kami memantau harga dan pasokan Bapok. Saat ini harga bapok di Padang terpantau stabil untuk mendukung masyarakat menjalankan Ibadah puasa,” ungkap Mendag Lutfi.

Hasil pemantauan harga bapok di Pasar Raya Padang menunjukkan harga beras, gula, tepung terigu, dan Kedelai tidak ada kenaikan dibanding minggu lalu. Begitu juga dengan daging sapi dan bawang merah.

Komoditas yang harganya tetap dibanding minggu lalu antara lain beras medium Rp10.000/kg, beras Premium Rp13.000/kg, gula pasir Rp13.000/kg, dan tepung terigu Rp10.000/kg. Daging sapi tetap di harga Rp120.000/kg, begitu juga bawang merah di Rp28.000/kg. Terpantau harga sejumlah bapok turun seperti Minyak goreng curah Rp12.100/liter, bawang putih Rp23.000/kg, telur ayam ras Rp22.000/kg, daging Ayam ras Rp37.000/kg, dan cabai merah keriting Rp40.000/kg. Sementara itu, minyak goreng kemasan Terpantau Rp16.000/liter. (Hum/*)

Editor : Eko As/Iwan

error: Content is protected !!