Percepat Pemulihan Ekonomi dengan Revitalisasi Pasar Rakyat, Mendag Tinjau Kondisi Pasar Bawah Bukittinggi

BUKITTINGGI – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyatakan, Kementerian Perdagangan terus berupaya memperkuat pasar rakyat melalui program revitalisasi pasar rakyat. Dengan revitalisasi, pasar rakyat akan memiliki fasilitas penunjang yang lebih baik untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Mendag Lutfi saat meninjau kompleks Pasar Bawah di Kota Bukittinggi, Sumatra Barat, Senin (5/4/21). Peninjauan Pasar Bawah hari ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Mendag Lutfi ke Sumatra Barat yang diagendakan pada 5–6 April 2021.

“Perekonomian Indonesia tidak terhindar dari pandemi Covid-19. Pasar rakyat turut merasakan dampaknya. Untuk itu, Pemerintah terus berupaya memperkuat pasar rakyat melalui revitalisasi fisik dan manajemen pengelolaan guna mempercepat pemulihan ekonomi nasional,” ujar Mendag Lutfi.

Dalam peninjauan Pasar Bawah, Menteri Perdagangan Lutfi melihat kondisi terkini sarana dan prasarana yang terdapat di pasar tersebut. Hasil peninjauan Pasar Bawah hari ini akan dikoordinasikan bersama kementerian teknis terkait untuk membahas rencana revitalisasi, anggaran, dan desain yang layak.

Mendag Lutfi menegaskan, bahwa program pembangunan dan revitalisasi pasar mendapat perhatian serius pemerintah karena peran strategis pasar rakyat sebagai penggerak perekonomian regional dan nasional, sekaligus wadah interaksi sosial budaya masyarakat sekitar. Maka, upaya mengangkat daya saing dan citra pasar rakyat di masyarakat penting untuk dilakukan.

“Salah satunya, dengan pembangunan dan revitalisasi pasar, baik secara fisik maupun manajemen pengelolaannya dengan melakukan pembinaan bagi pengelola pasar rakyat serta meningkatkan kapasitas pedagang melalui program sekolah pasar,” tegasnya.

Sepanjang 2020, Kemendag telah merevitalisasi 120 pasar rakyat menggunakan dana tugas pembantuan. Lalu untuk 2021, Kemendag menargetkan membangun dan merevitalisasi 119 pasar rakyat. Setelah direvitalisasi, pasar rakyat diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para pedagangnya.

Pasar yang telah direvitalisasi juga diharapkan mampu berperan sebagai penyangga ketersediaan bapok, sehingga nantinya akan menjadi barometer stabilisasi harga pangan di tingkat nasional.

“Kenaikan transaksi dari pasar yang nyaman dan sudah direnovasi dengan memenuhi SNI Pasar Rakyat dan protokol kesehatan diharapkan bisa meningkat signifikan,” ungkap Lutfi.

Lebih lanjut, Muhammad Lutfi menyampaikan, Kementerian Perdagangan akan terus memastikan agar harga barang kebutuhan pokok (bapok) tetap stabil dan pasokannya lancar saat menjelang dan selama bulan puasa tahun ini.

Hasil pantauan harga di Pasar Bukittinggi menunjukkan secara umum harga bapok stabil dan komoditas seperti, beras, gula, dan tepung terigu tidak mengalami perubahan harga dari bulan lalu,” papar Mendag Lutfi.

Menurutnya, Prediksi kenaikan permintaan komoditas bapok di Sumatra Barat menjelang bulan puasa akan dibarengi upaya memastikan pasokannya berjalan lancar, sehingga tidak akan terjadi gejolak harga.

“Kemendag akan terus menjaga harga dan ketersediaan bapok agar dapat mencukupi kebutuhan masyarakat jelang bulan Ramadan hingga Lebaran nanti. Hal ini ditempuh melalui koordinasi dengan pelaku usaha, pemerintah daerah, serta kementerian dan lembaga terkait. Kami akan memastikan ketersediaan bapok dengan harga yang terjangkau agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman,” jelasnya.

Di Pasar Bawah Bukittinggi, lanjut Lutfi, tidak ada kenaikan harga sejumlah bapok seperti beras, gula, tepung terigu, daging sapi, dan bawang merah dibanding minggu lalu. Komoditas yang harganya tetap dibanding minggu lalu antara lain beras medium Rp10.000/kg, beras premium Rp13.000/kg, gula pasir Rp13.000/kg, tepung terigu Rp9.000/kg, dan kedelai Rp12.000/kg. Harga minyak goreng curah terpantau Rp12.600/liter, minyak goreng kemasan Rp15.000/liter.

“Daging sapi terpantau Rp130.000/kg atau tetap dibanding minggu lalu, begitu juga dengan bawang merah Rp28.000/kg dan bawang putih Rp26.000/kg. Daging ayam ras Rp35.700/kg (turun 0,83 persen). Sementara itu, harga komoditas yang terpantau naik dibanding minggu lalu adalah telur ayam ras di Rp24.000/kg (naik 7,14 persen), cabai merah keriting Rp50.000/kg (naik 6,38 persen),” jelasnya.

Perlu diketahui, Pasar Bawah Kota Bukittinggi merupakan pasar basah yang terletak di pusat Kota Bukittinggi. Pemerintah Kota Bukittinggi mengajukan revitalisasi Pasar Bawah untuk semakin menunjang kegiatan perdagangan di Bangunan Pasar Bawah telah berusia 84 tahun sejak dibangun pada 1937. Sebagian kompleksnya kembali dibangun pada 1970.

Pasar Bawah kini menempati lahan seluas 10.285 m2 menampung 1.327 pedagang yang menempati 622 kios dan 705 los. Jika direvitalisasi, Pasar Bawah ditargetkan mampu menampung 2.189 pedagang dalam 623 kios dan 1.566 los. Angka tersebut sudah memperhitungkan jumlah pedagang kaki lima yang dapat tertampung sebanyak 862 pedagang.

Komoditas yang diperdagangkan di Pasar Bawah antara lain bapok dan barang penting, kebutuhan rumah tangga, aksesori, kosmetik, tekstil, sayur-mayur, gula tebu dan nira, ikan, dan daging. Saat ini omzet Pasar Bawah mencapai Rp239,70 miliar per tahun. Jika direvitalisasi, Pasar Bawah ditargetkan mengalami kenaikan omzet 15 persen menjadi Rp275,65 miliar. (Hum/*)

Editor : Eko As/Iwan

error: Content is protected !!