Terdakwa Korupsi DD Sumberjo-Pucuk Jalani Sidang Pembacaan Tuntutan

LAMONGAN – Sekretaris Desa (Sekdes) Achmad Andis dan Kasi Ekbang Bulhar yang saat itu menjabat sebagai PJ di Desa Sumberjo, Hari ini menjalani sidang pembacaan tuntutan JPU atas kasus dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD) dan Bumdes Sumberjo, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, tahun 2019 di Pengadilan Tipikor Surabaya. Kamis (01/04/21).

Menurut Muhammad Subhan selaku Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan, bahwa agenda persidangan pembacaan tuntutan JPU  tindak pidana korupsi Dana Desa (DD) Sumberjo dengan Terdakwa Achmad Andis dan Bulhar dengan tuntutan sebagai berikut.

Terdakwa Bulhar, S.H Bin (Alm) Joyo Ijo dengan pidana penjara selama 2 (Dua) Tahun dikurangi selama Terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah supaya Terdakwa tetap ditahan, dan Pidana Denda Rp. 50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, diganti dengan pidana kurungan selama 3 (tiga) bulan.

“Menjatuhkan terdakwa Bulhar untuk membayar uang pengganti sebesar Rp. 76.778.550,- Tujuh Puluh Enam Juta Tujuh Ratus Tujuh Puluh Delapan Ribu Lima Ratus Lima Puluh Rupiah) dan jika dalam waktu 1 (satu) bulan sesudah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap tidak membayar, maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi Uang Pengganti tersebut dan dalam hal Terdakwa tidak mempunyai harta yang mencukupi untuk membayar Uang Pengganti tersebut maka dipidana penjara selama 1 (satu) Tahun,” jelasnya.

Sementara, Terdakwa Achmad Andis dengan pidana penjara selama 2 (Dua) Tahun dikurangi selama Terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah supaya Terdakwa tetap ditahan, dan Pidana Denda Rp. 50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, diganti dengan pidana kurungan selama 3 (Tiga) bulan.

“Menjatuhkan terdakwa Achmad Andis Bin Sholeh untuk membayar uang pengganti sebesar Rp. 22.500.000 (dua puluh dua juta lima ratus ribu rupiah) dan jika dalam waktu 1 (satu) bulan sesudah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap tidak membayar, maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi Uang Pengganti tersebut dan dalam hal Terdakwa tidak mempunyai harta yang mencukupi untuk membayar Uang Pengganti tersebut maka dipidana penjara selama 1 (Satu) Tahun,” ungkap Muhammad Subhan.

Selain itu, Lanjut Mumahmmad Subhan, bahwa para terdakwa juga dikenakan biaya perkara masing-masing sebesar Rp. 5.000,- dan persidangan selanjutnya akan kembali digelar pada Selasa 6 April 2021 dengan Agenda Persidangan Pledoi dari para terdakwa.

“Persidangan berlangsung dengan tertib dan aman dengan menerapkan protokol kesehatan dan dilakukan secara online dengan aplikasi zoom di dua tempat dimana masing-masing terdakwa berada di dalam rutan Lamongan, sementara Majelis Hakim, JPU dan PH berada di PN Tipikor Surabaya,” tandasnya.

Perlu diketahui, Terdakwa Achmad Andis dan Bulhar disangka melakukan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) penyalahgunaan Dana Desa (DD) dan Bumdes tahun 2019 di Desa Sumberjo, kedua Terdakwa Diduga bersama-sama melakukan pengurangan volume pembangunan di Desa Sumberjo sekitar 11 item yang tidak pas dihitungnya dan kerugian kurang lebih Rp. 100 juta, sementara Dana Bumdes selama 1 tahun mengendap disalah satu tersangka tidak digulirkan, dan nilainya sekitar 50 juta. (As)

Editor : A. Eko As

error: Content is protected !!