Wujudkan Masjid Ramah Lingkungan, DMI Gresik Luncurkan Program Unggulan

GRESIK – Dewan Masjid Indonesia atau DMI Gresik Jawa Timur meluncurkan sejumlah program unggulan saat menggelar rapat kerja kedua. Kegiatan tersebut digelar di Masjid Al-Inabah Kompleks Kantor Pemkab setempat pada Minggu (28/3/21) siang.

Ada tiga program unggulan yang bakal dieksekusi diantaranya sinergi pembuatan sumur bor masjid bekerjasama dengan Dinas PUTR, pengembangan UMKM dan terwujudnya masjid ramah lingkungan.

Ketua DMI Gresik Zainal Abidin mengatakan dalam rapat kerja yang telah digelar, pihaknya akan mewujudkan program sumur bor di lingkungan masjid dengan bekerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR).

“Kegiatan rapat kerja tahun kedua, periode 2019 – 2024 ini digelar dengan menelurkan sejumlah program. Ada tiga program prioritas, salah satunya program sumur bor. Tentu prioritas di wilayah kekeringan dan kesulitan air,” ujarnya.

Zainal yang didampingi Sekretaris Abdullah Farih mengungkapkan, program lainnya adalah penguatan UMKM di lingkungan masjid. Nantinya, program ini akan dieksekusi BKKM (Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid-Dewan Masjid Indonesia).

Dia menyatakan, program penguatan ekonomi di masjid ini bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia serta berkolaborasi dengan sejumlah perusahaan di Gresik.

“Nanti ada pemberdayaan ekonomi di sekitar masjid sehingga nanti jemaah masjid ekonominya meningkat. Nantinya pihak perguruan tinggi akan melakukan pendampingan hingga penyertaan modal,” terangnya.

Lebih lanjut, Zainal mengungkapkan program lainnya adalah ‘Eko-Masjid’ atau masjid ramah lingkungan yakni pemanfaatan sisa air wudlu kemudian dijadikan pertanian hidroponik. Nantinya, hasil pertanian itu bisa dijual dan meningkatkan ekonomi jemaah.

“Wujud masjid ramah lingkungan ada hidropinik, memanfaatkan air wudlu, jadi sumber pertanian hidroponik di lingkungan masjid. Salah satu masjid yang sudah melakukan ini adalah Masjid di Petrokimia Gresik,” ujarnya.

Sementara itu Sekretaris PW DMI Jatim, Suhadi menyatakan, dirinya mengapresiasi program yang telah disusun oleh DMI Gresik diantaranya bantuan bor sumur ke masjid. Dia menyatakan, program inobatif ini bisa diadopsi oleh daerah lain.

“Yang saya tahu, baru pertama kali ini program bor sumur ya di Gresik ini. Pertama di Jatim. Semoga juga bisa diadopsi oleh daerah lain, sebab ini program bagus,” tambah.

Suhadi juga mendorong terbentuknya masjid ramah anak dan disabilitas, hal ini sesuai instruksi DMI Pusat. Selain itu, penguatan kelembagaan masjid harus terus dilakukan misalnya pola pendidikan masjid.

“Namun banyak yang harus dipersiapkan, intinya harus terus bersemangat agar masjid makmur, jemaahnya juga makmur. Masjid juga harus ramah anak dan disabilitas,” pesannya dalam rapat kerja DMI Gresik dengan meluncurkan program unggulan. (Iw/*)

Editor : Iwan/Eko As

error: Content is protected !!