Golkar Dorong Kadernya Beli Beras Langsung Dari Petani

Foto/Ket : Sarmudji (Ketua DPD Golkar Jatim), Ahmad Nurhamim (Ketua DPD GolkGolkar kab Gresik) Wongso negoro DPRD Gresik Saat di UD Sumber Makmur

GRESIK,- Golkar memiliki trobosan baru bagaimana cara mengerakan dan meningkatkan perekonomian kerakyatan ditengah kondisi pademi covid-19 ini. Dengan Cara mengintruksikan kadernya untuk membeli beras langsung dari petani.

(27/3)Sabtu Seperti halnya kali ini terlihat Rombongan DPD Golkar Propinsi Jawa timur dan kabupaten Gresik, Sarmudji dkk mengunjungi salah satu dari beberapa usaha pengilingan padi dikabupaten Gresik salah satunya yaitu di UD Sumber Murni yang berada didesa Laban Kecamatan Menganti

Dilokasi pengilingan padi, Sarmudji dkk termasuk Ahmad Nurhamim melakukan diskusi dan pemantauan langsung apa yang menjadi kendala petani yang ada dibawah baik terkait harga beras dan pupuk yang dikeluhkan petani.

“Apa yang dilakukan Golkar hari ini yaitu membeli beras dari petani hasil panen saat ini sebagai bentuk membantu petani secara langsung.”Ucap Ahmad Nurhamim (Ketua DPD Golkar kab Gresik) saat ditemui awak media

Lebih lanjut Ahmad Nurhamim mengatakan Kebetulan partai Golkar memobilisasi kadernya untuk membeli beras dari petani minimal untuk kebutuhannya satu bulan sehingga harapan kami harga beras petani diatas harga jual, itulah yang harus kita lakukan.”terang

Sementara petani sendiri yang bernama Djayus ditenui awak saat beras hasil penggilingannya menyampaikan “Alhamdulillah beras kami ini dibeli pak Sarmudji dengan harga 10ribu ini, biasanya harga yang kami jual harga 9ribu, dan kebetulan ini secara spontan terima kasih.”Ungkapnya

Lebih lanjut, Djayus menyampaikan keluhan terkait kekurangan pupuk disaat tanam padi.

Atas keluhan tersebut Sarmudji ketua DPD Golkar Jatim sekaligus anggota DPR RI mengatakan bahwasanya terkait pupuk selalu kalau saya turun ke dapil pupuk subsidi itu kebutuhannya lebih besar daripada yang diberikan, Oleh karena itu perbedaan data yang disetor kepada pemerintah yang diberikan alokasi itu selalu ada perbedaan, Dan sebab itu pemerintah harus mengalokasikan beneran.”paparnya

Disisi lain masalah pupuk itu tidak boleh kelebihan, karena ini uang subsidi, sedangkan uang subsidi itu kalau tidak diberikan tepat sasaran itu yang dirugikan rakyat juga, Jadi pemerintah tidak boleh memperkecil data yang seharusnya itu besar.”Ungkap Sarmudji

Oleh sebab itu masih kata Sarmudji, “Pemerintah harus memberikan edukasi terhadap pupuk organik itu harus terus dilakukan, Untuk percobaan-percobaan harus terus sehingga petani tidak lagi ketergantungan dengan pupuk anorganik lagi nantinya.

Terkait isu rencana pemerintah import beras, Sarmudji menjawab “Saya percaya disaat panen raya ini pemerintah tidak akan import beras, karena kami juga mengawasi apa yang dilakukan pemerintah.”tegasnya (Iw)

Editor : Iwan

error: Content is protected !!