Korupsi BKKPD, Mantan Kades Dibe Supartin Divonis 1 Tahun Kurungan

LAMONGAN – Supartin, mantan Kepala Desa Dibe, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur divonis satu tahun penjara dikurangi masa penahanan, dan denda Rp. 50 juta subsidiair 2 bulan kurungan, serta mengembalikan barang bukti (BB) hasil korupsi dana Bantuan Keuangan Khusus Pemerintah Desa (BKKPD) tahun 2019 ke Negara sebesar Rp. 120 juta rupiah juta.

Muhammad Subhan, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan mengatakan, bahwa sidang dengan agenda putusan tersebut digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya, pada Selasa (23/03/21).

“Sidang putusan, Majelis Hakim vonis terdakwa atas nama Supartin (Mantan Kepala Desa Dibe) dengan Pidana penjara 1 tahun dikurangi masa penahanan, Denda Rp. 50 juta subsidiair 2 bulan kurungan. Serta mengembalikan Barang bukti uang hasil korupsi sebesar Rp. 120 juta pada Negara,” ujarnya.

Sementara, Lanjut Subhan, Sidang yang digelar tanpa ada pengunjung sidang itu, dimulai Pukul 11.00 WIB dan Selesai Pukul 11.40 WIB. Persidangan tetap dilaksanakan secara Online/virtual dari dua tempat. Terdakwa berada di Rutan Kelas II Lamongan. Sedangkan majelis hakim, jaksa, berada di Pengadilan Tipikor Surabaya

“Sidang berjalan aman dan lancar, serta Terdakwa masih menyatakan sikap Pikir-pikir, PU juga pikir-pikir,” pungkasnya.

Perlu diketahui, Terdakwa Supartin saat masih menjabat sebagai Kepala Desa setempat disangka melakukan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) penyalahgunaan Bantuan Keuangan Khusus Pemerintah Desa (BKKPD) tahun 2019 di Desa Dibe, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, sebesar Rp. 120 juta rupiah, dan Terdakwa diduga melanggar Pasal, 2, 3 atau pasal 8 UU Tipikor. (As/Theris)

Editor : Eko As

error: Content is protected !!