Pandemi Covid-19 Tak Pengaruhi Semangat Pemilik Usaha Kerupuk Kedelai di Lamongan

LAMONGAN – Sejak mewabahnya pandemi Covid-19, berbagai sektor usaha mengalami dampak yang signifikan termasuk para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Tidak jarang, banyak dari mereka yang mengalami penurunan pemasukan hingga kehabisan modal usaha. Rabu (17/03/21).

Namun, pandemi Covid-19 ini tidak membuat seorang pelaku UMKM asal Desa Wangunrejo, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, Sumiarsi  (50)  menyerah begitu saja. Dengan modal nekat, dirinya memutuskan untuk berjualan kerupuk tempe dengan bahan dasar kedele.

Sumiarsih pemilik UD SBY/Usaha Kerupuk Kedelai kepada awak media ini mengatakan, bahwa pesanan kerupuk kedelai yang diproduksinya mulai menurun.

“Jika sebelum pandemi, produk kerupuknya mampu menembus pasar luar negeri  seperti Malaysia dan sejumlah negara tetangga. Semenjak Corona berbalik 180 derajat, bahkan karyawan awalnya 50 orang sekarang menjadi 36,” ujarnya.

Praktis saat itu kami berhenti produksi karena tidak ada permintaan sama sekali baik ekspor maupun pasar lokal. Dan memang semua pengusaha kecil berhenti berproduksi akibat corona kata sumiarsih.

“Meski sepi pesanan, kami tak patah semangat, pemasaran secara Online maupun Offline tetap saya lakukan demi usaha tetap bertahan,” tandas pemilik UD SBY (Sumiarsih, Brily, Yanto Corporation). (Theris)

Editor : Eko As

error: Content is protected !!