Sarasehan Implementasi Gotong Royong di Desa Kalidawe-Tulungagung bersama BPIP

Foto/Ket : Bupati Tulungagung bersama Ketua Dewan saat Hadiri Acara di Desa Kalidawe

TULUNGAGUNG – Bertujuan untuk menjaga mata air melalui penanaman bambu untuk mewujudkan keadilan sosial. Badan Pengembangan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia melaksanakan kegiatan Sarasehan Implementasi Gotong Royong di Desa Kalidawe, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungangung, yang dilaksanakan di Balai Desa Kalidawe Kecamatan Pucanglaban pada Kamis (25/02/2021).

Dalam sambutannya Bupati Tulungagung Maryoto Birowo, menyampaikan bahwa Kabupaten Tulungagung telah berkomitmen terhadap gerakan pro iklim sekaligus memenuhi kontribusi nasional bagi perubahan iklim, sehingga ada strategi untuk meningkatkan ketahanan dan kepastian adaptasi dengan arah menggerakkan seluruh potensi masyarakat yang ada, dimulai tahun 2017 yang lalu.

“Dan kami tidak menyangka gerakan pro iklim yang dirintis 4 (empat) tahun silam mendapatkan apresiasi berupa kunjungan dari badan pengembangan ideologi pancasila,” ujarnya.

Tentunya semangat juang dan gotong royong ini akan senantiasa kita gaungkan seantero Kabupaten Tulungagung dengan pencanangan 100 desa pro iklim. Hal tersebut selaras dengan kebijakan pusat dengan mencanangkan gerakan pro iklim dengan target 20.000 desa sampai tahun 2024, selain itu juga berkomitmen memajukan pembangunan hijau untuk dunia yang lebih baik.

“Sehingga gerakan ini harus dapat melipatgandakan aksi pro iklim melalui solidaritas dan kolaborasi sinergi dengan melibatkan OPD terkait, Pemerintah Desa, Perhutani, Lembaga Pemerhati Lingkungan, Pemerintah Provinsi Maupun Pusat Serta Lembaga – Lembaga Donor,” tuturnya.

Menyambut kebijakan Sustainable Development Goals (SDG’S) Nasional yang di breakdown ke dalam sdg’s desa secara berturut – turut mencakup tujuan desa yaitu : (1). desa tanpa kemiskinan, (2). desa tanpa kelaparan, (3). desa sehat dan sejahtera, (4). pendidikan desa berkualitas, (5). keterlibatan perempuan desa, (6). desa layak air bersih dan sanitasi, (7). desa berenergi bersih dan terbarukan, (8). pertumbuhan ekonomi desa merata, (9). infrastruktur dan inovasi desa sesuai kebutuhan.

“(10). desa tanpa kesenjangan, (11). kawasan permukiman desa aman dan nyaman, (12). konsumsi dan produksi desa sadar lingkungan, (13). desa tanggap perubahan iklim, (14). desa peduli lingkungan laut, (15). desa peduli lingkungan darat, (16). desa damai berkeadilan, (17). kemitraan untuk pembangunan desa, (18). kelembagaan desa dinamis dan budaya adaptif,” tandas Maryoto Birowo.

Sementara dalam kesempatan sama, Camat Pucanglaban (Ali Muhtar) mengatakan, untuk memperkuat kemitraan dan jejaring kerja pro iklim di kawasan gunung wilis.

Desa Kalidawe yang bersinergi dengan bumdesa “Gondang Legi” memanfaatkan tanah kas desa yang dimiliki untuk melindungi mata air “Belik Dasin”.

Upaya konservasinya dengan melakukan penanaman bambu petung sebanyak 4.500 batang dan  sekarang tanaman bambu sudah menjadi hutan bambu yang sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar. Untuk lebih meningkatkan manfaat hutan bambu bagi masyarakat oleh pemerintah desa akan dijadikan wahana edukasi wisata “Kampung Petung“.

“Tentunya wisata desa tersebut merupakan salah satu sarana dalam meningkatkan perekonomian di desa dan memberikan kontribusi kepada pemerintah desa dan masyarakat, diantaranya penyerapan tenaga kerja lokal, memberikan sumbangan terhadap pendapatan asli desa,” tandasnya. (Pri).

Editor : A. Eko As

error: Content is protected !!