Pembentukan saat PPKM Mikro, Ini Fungsi Posko Covid-19 Desa Keben

Foto/Ket : Tiga Pilar Desa Keben saat Berada di Posko Covid-19.

LAMONGAN – Pemerintah Desa Keben, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, menerapkan PPKM Berskala Mikro dengan mendirikan posko sebagai sarana dalam upaya pengendalian pandemi Covid-19 agar lebih tepat sasaran.

Menurut Abdul Kholik selaku Kepala Desa Keben, bahwa pembentukan Posko sebagai pusat perencanaan, koordinasi, pengendalian, dan evaluasi kegiatan penanganan Covid-19 dalam skala mikro, dilaksanakan dengan pendekatan kesepakatan, komunitas, gotong royong, kompak, dan adaptif.

“Posko penanganan Covid-19 di tingkat desa Keben memiliki empat aspek penting, yakni pencegahan, penanganan, pembinaan, dan pendukung,” ujarnya. Selasa (16/2/2021).

Aspek pencegahan terdiri dari sosialisasi, penerapan 3M, serta pembatasan mobilitas. Aspek penanganan mengimplementasikan 3T, yaitu testing, tracing, dan treatment hingga penanganan dampak ekonomi lewat bantuan langsung tunai (BLT) desa.

“Aspek pembinaan berupa upaya penegakan disiplin dan pemberian sanksi. Lalu, aspek pendukung yang terdiri pencatatan dan pelaporan, dukungan komunikasi, serta logistik,” jelas Abdul Kholik.

Pembentukan Posko tersebut tugasnya adalah menilai status zona wilayah. Dari penilaian zonasi, maka kepala desa/lurah dapat menentukan tindakan pengendalian yang sesuai Kriteria zonasi terdiri dari zona hijau, kuning, oranye, dan merah.

“Selain itu, pimpinan posko juga memiliki tugas, yaitu menentukan struktur dan sumber daya manusia (SDM),” tandas Abdul Kholik.

Penulis : Theris

error: Content is protected !!