Sidang Kasus Korupsi Dana Desa Sumberjo, Jaksa Hadirkan 4 Saksi Perangkat Desa

Foto/Ket : Saat Sidang Terdakwa Bulhar dan Achmad Andis Berlangsung

LAMONGAN – Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi penyalahgunaan Dana Desa (DD) dan Dana Bumdes tahun 2019, yang dilakukan Sekdes (Achmad Andis), Kasi Ekbang (Bulhar) yang saat itu menjabat sebagai PJ di Desa Sumberjo, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan. Kembali di gelar di Pengadilan Tipikor Surabaya. Selasa (09/02/2021).

Menurut Subkhan selaku Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan, kepada awak media ini mengatakan, bahwa dalam sidang terdakwa Bulhar dan Achmad Andis, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Surabaya hadirkan 4 (empat) Orang saksi dari Aparat Desa, yaitu. Imam ghozali, Mad Dohlib, Subakir, Sutomo.

“Sidang dengan Agenda mendengarkan Keterangan dari Saksi-saksi tersebut dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim I Ketut Suarta, SH., MH dengan Hakim anggota 1. Dr. Elma Eliyani, SH., MH., Hakim anggota 2. Kusdarwanto, SH., SE. M H., serta Panitera (Bulhar) Dias Suroyo, SH., MH., Panitera (Andis) Hery Marsudi, SH., dan tim dari JPU (Nizar, SH., MH.),” ujarnya.

Foto/Ket : Sidang Dilaksanakan secara Virtual di Ruang Candra Pengadilan Tipikor Surabaya

Pengacara/ P.H (Bulhar). 1. Dyah Kusumaningrum. SH., M.H., 2. Seno Widyantoro, SH., 3. Nurul Hidayati, SH. Dan Pengacara/PH (Andis). Bowo, SH.

“Sementara pengunjung Sidang dihadiri keluarga terdakwa 2 orang., dan persidangan dimulai Pukul 10.00 WIB-Selesai. Agenda Sidang selanjutnya diagendakan keterangan saksi-saksi lainnya pada hari Selasa tanggal 16 Februari 2021,” pungkas Subkhan.

Perlu diketahui, Terdakwa Bulhar dan Achmad Andis disangka melakukan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) penyalahgunaan Dana Desa (DD) dan Bumdes tahun 2019 di Desa Sumberjo, kedua Terdakwa diduga melakukan pengurangan volume pembangunan di Desa Sumberjo sekitar 11 item yang tidak pas dihitungnya dan kerugian kurang lebih Rp. 100 juta, sementara Dana Bumdes selama 1 tahun mengendap disalah satu tersangka tidak digulirkan, dan nilainya sekitar 50 juta.

Penulis : A. Eko As/Tres

error: Content is protected !!