PERGUNU Berharap Jelang PPDB Diknas dan Kemenag Agar Bijak Dalam Atur Pagu

GRESIK – Menjelang PPDB, Persatuan Guru NU (Pergunu Gresik) Jawa Timur meminta pemangku kebijakan baik dinas pendidikan atau kemenag agar bijak atur pagu dan rombel. Kenapa demikian?

Ketua Pergunu Gresik Syamsul Anam mengatakan menjelang masa PPDB, kepala sekolah swasta memutar otak agar lembaganya diminati dan mendapatkan siswa.

“Biasanya saat PPDB seperti ini degup jantung kepala sekolah atau madrasah semakin kencang,” katanya kepada awak media pada Minggu (7/2/2021).

Kepala SMK Al-Muniroh Ujungpangkah ini melanjutkan, berbagai upaya dan trik bahkan sesekali intrik dilakukan untuk bisa menarik perhatian. Namun, terkadang antara akseptasi yang diharapkan dan realitas yang dihasilkan jauh berbeda.

“Betapa tidak saat seperti ini persaingan antar lembaga pendidikan untuk mendapatkan siswa sebanyak banyaknya. Disitulah ada kekecewaan yang mendalam,” terangnya.

Karena itu, Anam berharap pihak pemangku kebijakan agar benar-benar jeli dan bijaksana dengan membatasi pagu dan rombel sekolah stau madrasah negeri.

Dengan begitu, lanjut dia sekolah atau madrasah yang biasanya menerima siswa baru tanpa dibatasi pagu agar tetap memperhatikan sesama swasta.

“Kita gak bisa bayangkan kalau ada lembaga yang tidak mendapat siswa maka gurunya tidak punya jam mengajar. Maka tak berhak mendapat TPP dan Tunjangan lainnya padahal dia harus menafkahi keluarganya,” ucap Ketua Pergunu Gresik meminta pemerintah jeli bijak atur pagu dan rombel.

Penulis : AZ

error: Content is protected !!