Soal Jalan Tambang Hutan Panceng, Perhutani Klaim Sesuai Prosedur

GRESIK, – KPH Perhutani Tuban menampik jika lembaganya kurang tegas dalam persoalam pemanfaatan jalan tambang di Hutan Panceng Kabupaten Gresik. BUMN yang bergerak dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya hutan ini mengklaim sudah sesuai prosedur.

Kabag Hukum Tole Suryadi mengatakan, pihaknya saat ini tengah memberikan surat teguran kepada PT Krisna Cakra Cyrilla, sebagai pemilik izin pemanfaatan jalan hutan. Bahkan, pihaknya sudah berkirim surat dua kali.

“Bukanya kami tidak tegas, tapi kami berupaya untuk sesuai prosedur. Surat kedua sudah kami layangkan, namun demikian kami menunggu surat balasan,” ungkap dia, Rabu (3/2/2021).

Dijelaskan lebih jauh oleh Tole, jika surat tersebut diindahkan oleh perusahaan. Pihaknya bakal segera mengambil tindakan tegas. Bahkan, dia menjamin bakal menutup akses sementara.

Meski begitu dari laporan jajarannya, Tole mengaku saat ini kegiatan pertambangan galian C yang melewati jalan hutan tidak ada aktivitas.

“Sekedar info. Kegiatan angkutan satu minggu terakhir sudah tidak ada. Dan portal terkunci sekarang,” terangnya.

Sementara perlu diketahui, PT Krisna Cakra Cyrilla dengan Perum Perhutani melalui SK Kemen LHK No. 51020/MENLHK/REN/PLA.O/II/2016 atas penggunaan kawasan hutan untuk jalan angkutan hasil produksi.

Dari pantauan, jalan sepanjang 614 meter ini dijadikan untuk akses keluar masuk truk produksi tambang galian C. Anehnya, pemilik ijin pemanfaatan lahan hingga kini belum pernah melaporkan secara rinci aktivitas. (AZ).

error: Content is protected !!