Soal Jalan Tambang di Hutan Panceng Gresik, Perhutani Dinilai Tak Tegas

GRESIK – Diduga ada pelanggaran pemanfaatan jalan tambang di Hutan Panceng Kabupaten Gresik, hingga kini belum ada tindakan dari Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tuban. Sikap itu dinilai tak tegas, sebab sebelumnya Perhutani akan menutup jalan tersebut.

Di hutan yang berada di Gresik utara itu, ada kerjasama antara PT. Krisna Cakra Cyrilla dengan Perum Perhutani melalui SK Kemen LHK No. 51020/MENLHK/REN/PLA.O/II/2016 atas penggunaan kawasan hutan untuk jalan angkutan hasil produksi.

Berdasarkan pantauan awak media ini, bahwa jalan sepanjang 614 meter ini dijadikan untuk akses keluar masuk truk produksi tambang galian C. Anehnya, pemilik ijin pemanfaatan lahan hingga kini belum pernah melaporkan.

Bahkan informasi di lapangan, izin penggunaan jalan yang sejatinya dipakai PT. Krisna Cakra Cyrilla juga dilewati oleh perusahaan tambang yang juga melakukan aktivitas galian.

Kabag Hukum KPH Tuban, Tole Suryadi saat dikonfirmasi awak media ini mengatakan, pihaknya sudah berkirim surat kepada PT Krisna untuk mendapatkan klarifikasi, namun hingga saat ini belum juga ditanggapi.

“Baru tiga hari kemarin kami layangkan surat kedua, namun belum ditanggapi oleh yang bersangkutan,” ujar ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Selasa (2/2/2021).

Tole mengungkapkan, jika surat kedua ini tak digubris oleh perusahaan, maka pihaknya bakal menutup akses pemanfaatan lahan jalan yang dinilai terdapat pelanggaran.

“Dari pantauan jajarannya, bahwa pihaknya masih menemukan truk pengangkut batu kapur melintas di area jalan tersebut. Masih ada yang lewat sana,” terangnya.

Sebagai informasi, selama dua tahun terakhir PT Krisna Cakra Cyrilla hanya membayar Rp16 Juta kompensasi ke Perhutani, angka itu seharusnya tidak ada kegiatan muatan. Namun, fakta di lapangan sejumlah truk lalulalang mengangkut Galian.

Sementara itu, pengelola PT Krisna Cakra Cyrilla Nasron menambahkan, pihaknya sudah menerima surat peringatan kedua dari Perhutani. Namun ia tidak membalas surat tersebut karena bukan perusahaan yang memanfaatkan jalan tersebut.

“Jadi tidak tahu, bukan kami yang mengambang di sana. Ada pihak ketiga. Nanti tak kabari lagi jika ada suatu hal lagi,” tukasnya.

Penulis : (AZ)

error: Content is protected !!