Refleksi Harlah NU 95, Ponpes Maziyatul Ilmi Gresik Berkontribusi Kemajuan Umat

GRESIK, – Yayasan Pondok Pesantren Maziyatul Ilmi yang berlokasi di Dusun Gantang Baru RT 5 RW 02 Desa Boboh, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur terus berupaya melakukan pengabdian dalam bidang keagamaan.

Pada tanggal 02 Maret 2016, maka banyak anak-anak usia sekolah di dusun itu sulit diajak untuk mengasah kemampuan dibidang keagamaan. Karena banyak faktor yang melatarbelakangi anak-anak tidak mempunyai minat dalam mengkaji dibidang keilmuan agama.

Rendahnya dorongan orang tua untuk memahamkan anak-anak mereka di bidang agama karena rata-rata yang orang tua membidik pendidikan anak-anaknya hanya faktor pekerjaan belaka, sehingga, rata-rata mereka setelah lulus SMP-SMA, atau SMK, hannya mencari pekerjaan saja.

“Karena itu, setelah mereka mendapatkan pekerjaan, kebanyakan mereka langsung mencari jodoh, baik laki-laki maupun yang perempuan, akhirnya mereka kurang ada yang mendorong dalam bidang Tafaqqohu Fiddin, (Mengkaji dalam bidang kajian Keagamaan),” ujar Abdul Muid, Ketua Dewan Pengasuh YPPMI.

Berangkat dari faktor tersebut, kemudian Muid semakin semangat, bahwa di Dusun Gantang Baru ini perlu didirikan pondok pesantren yang menaungi pendidikan baik non formal maupun pendidikan formal. Lalu lahirlah Yayasan Pondok Pesantren Maziyatul Ilmi.

Saat ini, Ponpes tersebut tengah mengelola unit pendidikan non-formal, yaitu Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah Maziyatul Ilmi. Sekarang ini sedang membangun gedung asrama santri tiga lantai.

“Untuk itu Santri Madrasah Diniyah yang ada saat ini kurang lebih 45 Santri Madin. Adapun tujuan inti didirikannya Pondok Pesantren Maziyatul Ilmi antara lain,” ucapnya.

Sementara, tujuan dari pembangunan Ponpes ini adalah ingin mencerdaskan masyarakat di lingkungan sekitar, baik pendidikan agama, umum serta ketrampilan.

Kedua, pihaknya juga ingin memahamkan dan membekali santri baik santri dilingkungan Ponpes maupun santri tentang pemahaman dan kajian keagamaan yang sangat mendalam, baik dari aspek Aqidah, Syariah dan Akhlak yang dilandasi Aqidah ala Ahlusunnah Waljamaaah An-Nahdliyah.

“Ketiga, ingin mendorong wali santri agar mereka tidak ragu untuk menyekolahkan anak mereka ke dalam dunia pesantren untuk memfilter kegiatan negatif,” jelasnya.

Sebagai informasi, pesantren umumnya santri memahamkan Pendidikan ala Aswaja An-Nahdliyah, baik di unit Pendidikan Non Formal maupun Formal, Kelima, Ingin menyumbangkan nilai-nilai Keilmuan yang Rahmatal Lil A’lamin yang berhaluan ala Ahlusunnah Waljamaaah An-Nahdliyah.

Lalu apa manfaat yang didapat dari lahirnya Pondok Pesantren Maziyatul Ilmi?, Pertama, ikut andil dalam memberikan kontribusi dan menghilangkan Kebodohan ditengah-tengah kehidupan masyarakat.

Kedua, mengenalkan lebih dalam nilai keagamaan yang humanis tanpa agitasi, dan menjadikan Popes sebagai lumbung ilmu dan ikut menyumbangkan khazanah keilmuan di tengah kehidupan masyarakat.

“Oleh karena itu, dengan semangat harlah NU yang ke 95, maka kita teguhkan nilai Aswaja ditengah-tengah Kehidupan Bermasyarakat, sehingga Lembaga Pendidikan dibawa naungan Nahdlatul Ulama semakin berkualitas dan Jaya,” tandas Abdul Muid yang juga Dosen Pascasarjana IAI Qomaruddin Bungah Gresik.(AZ)

Editor : Iwan

error: Content is protected !!