Mediasi Berhasil, Hak Pekerja Mangrove Pangkahkulon Sudah Dibayar

GRESIK – Proses mediasi yang diinisiasi oleh Pemdes Pangkahkulon Kecamatan Ujungpangkah antara pekerja penanaman mangrove dengan pengurus kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) berhasil. Kini, 10 pekerja yang sebelumnya belum diberi upah sudah bisa tersenyum.

Kepala Desa Ahmad Fauron mengatakan, pihaknya telah menerima aduan dari pekerja mangrove yang tak diberikan haknya. Dari aduan itu, ia kemudian memanggil sejumlah pihak. Dan, akhirnya hari ini dimediasi.

“Tugas kita hanya mediasi. Alhamdulillah sudah klir semua, Pengurus Pokmaswas sudah memberikan hak kepada pekerja. Semua ini mencuat karena ada mis komunikasi aja,” katanya, Rabu (20/1/2021).

Dalam kesempatan itu, ia juga meminta kepada Pengurus Pokmaswas agar transparan dengan program yang telah dijalankan sehingga tidak ada lagi permasalahan dikemudian hari.

Terkait adanya isu rekening yang disalahgunakan maupun pekerja fiktif, ditambahkan Fauron hal itu tidak benar. Pihak Pokmaswas juga telah menyampaikan dengan gamblang tentang pagu anggaran penanaman mangrove dan jumlah pekerja.

“Setelah menerima penjelasan dari Pengurus Pokmaswas akhirnya para pekerja menerima dan sepakat persoalan ini dinyatakan selesai,” ujarnya, menambahkan.

Sementara itu, Sekretaris Pokmaswas Pangkahkulon Roobah menyatakan pihaknya telah menyelesaikan seluruh HOK (Hak orang kerja) yang memang kewajiban pengurus kepada pekerja.

Diterangkan Robbah, setiap pekerja mendapatkan upah berbeda-beda. Sesuai dengan pekerjaan yang diselesaikan. Sementara harus diketahui bersama, Pokmaswas menyelesaikan pekerjaan tanam mangrove hanya dalam waktu 42 hari.

Sedangkan, upah yang seharusnya adalah Rp 100 ribu per hari. Kemudian ditambahkan, Robah pihaknya berupaya agar semua warga bisa bekerja menanam mangrove.

“Jadi yang perlu diperhatikan adalah memang tenggat waktu penanaman itu 70 hari, tapi kita 42 hari selesai karena kita rekrut 150 pekerja. Jadi tiap pekerja dapat berbeda-beda. Jadi jika hanya bekerja 5 hari ya hanya dapat 500 ribu,” ungkap dia, menambahkan.

Diungkapkan dia, pihaknya sudah melaporkan dan melaporkan SPj kepada BPDAS Bengawan Solo dibawah naungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI sebagai penyelenggara kegiatan penanaman mangrove.

“Persoalan hak dan kewajiban, sudah kami penuhi. Intinya sudah klir dan selesai. Kami sebagai Pokmaswas berterimakasih ke pemerintah desa yang ikut memediasi permasalahan ini,” ujarnya. (Azmi)

error: Content is protected !!